Jaga Harmoni Kota Pahlawan, PKS dan FKUB Sepakat Perkuat Kerukunan dari Tingkat Kampung

SURABAYA – HKNews.info : Apa yang menjadi tujuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya dinilai sangat selaras dengan visi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai Islam rahmatan lil ‘alamin. Hal ini juga sejalan dengan salah satu prinsip kebijakan partai, yakni wasathiyah (moderat), yang senantiasa mengedepankan keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa.
Keselarasan visi tersebut mengemuka saat jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Surabaya menggelar pertemuan strategis dengan FKUB Kota Surabaya pada Jumat (17/7/2026) sore. Silaturahmi yang mematangkan upaya menjaga iklim kondusif dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Pahlawan itu berlangsung hangat di Kantor FKUB, Gedung Bakesbangpol Kota Surabaya.
Kehadiran rombongan PKS disambut langsung secara guyub oleh jajaran pengurus FKUB Surabaya. Tampak hadir memimpin penyambutan adalah Ketua FKUB Dr. H. Muhammad Yazid, M.Si. (Gus Yazid) didampingi oleh Wakil Ketua Drs. H. Ezif Mohammad Fahmi, Ak., M.M.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh para ulama, pendeta, dan pemuka agama yang mewakili umat beragama di Surabaya. Dari unsur agama Islam, hadir jajaran perwakilan dan anggota komisi kerja yakni Drs. KH. Moch. Munief, M.M., Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I., Drs. KH. Moch. Lutfi, KH. Moh. Qodli Syafie, S.Pd., Mochammad Faisol, S.Ag., KH. Imanan, B.A., S.HI., serta Dr. H. Moh. Imron Rosyadi, S.Ag., M.H.I.
Selain itu, hadir pula Pdt. Indro Sujarwo, S.Ag. yang mewakili agama Kristen, Pinandita I Wayan Suraba, S.H., M.Pd.H. dari unsur Hindu, Nyana Abhaya Sarijan Adiviryanto, S.Pd.B., M.Pd. dari unsur Buddha, serta Js. Liem Tiong Yang (Budi Wijaya) mewakili agama Khonghucu. Sementara itu, perwakilan dari agama Katolik berhalangan hadir dikarenakan sedang mengikuti agenda keagamaan.
Ketua DPD PKS Kota Surabaya, M. Frimainto Utomo, atau yang akrab disapa Bung Tomo, menegaskan komitmen partainya untuk terus merawat toleransi (tasamuh) dan moderasi beragama di Surabaya. Menurutnya, kerukunan adalah fondasi utama bagi kemajuan kota.
“Alhamdulillah kami berdialog dengan hangat dan akrab. Kami membicarakan berbagai persoalan masyarakat agar Kota Surabaya tetap rukun, guyub, dan harmonis. Kami sepakat untuk bersama-sama mengembangkan moderasi dalam beragama guna menumbuhkan rasa kecintaan dan kerukunan, mulai dari tingkat kampung hingga ke tingkat kota,” ujar Bung Tomo.
Dalam silaturahmi tersebut, pihak FKUB juga menyampaikan sejumlah rekomendasi dan harapan kepada PKS sebagai salah satu elemen partai politik di Surabaya. Harapan utamanya adalah agar PKS dapat turun langsung dan berperan aktif dalam membangun kerukunan umat beragama langsung dari akar rumput.
Menyambut iktikad baik tersebut, Ketua FKUB Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Yazid, M.Si., menyampaikan apresiasi dan pesan khusus agar kolaborasi ini terwujud dalam langkah nyata.
“Kami berharap partai politik turut serta membangun kerukunan umat beragama mulai dari level kampung. Salah satunya dengan mendukung penuh program Kampung Pancasila yang digagas oleh Bapak Wali Kota, agar masyarakat tetap utuh sebagai bangsa yang harmonis,” terang Gus Yazid saat menyampaikan rekomendasi forum.
Lebih lanjut, Bung Tomo menyoroti pentingnya edukasi toleransi yang berkelanjutan, baik melalui jalur formal, informal, maupun non-formal. Ia menilai, dialog lintas agama tidak boleh hanya bersifat reaktif saat terjadi gesekan di masyarakat.
“Kerukunan antarumat beragama itu tidak seharusnya baru dibahas ketika sudah ada masalah atau situasi sudah memanas. Edukasi dan kesepahaman harus dibangun sejak dini. Semua agama pada dasarnya mengajarkan kerukunan, dan edukasi inilah yang akan mencegah masyarakat melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut,” tegas Bung Tomo.
Ke depan, PKS dan FKUB Kota Surabaya sepakat untuk terus menindaklanjuti hasil diskusi ini ke dalam berbagai forum lanjutan. Langkah preventif dan sinergi bersama tokoh agama ini diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bersama: menjadikan Surabaya sebagai kota yang inklusif, aman, dan guyub bagi seluruh warganya. (yok)




