Gubernur Khofifah : “MTU Peluang Tumbuhkan Ekonomi Baru Di Desa !”

Gubernur Khofifah meninjau Stand MTU

SURABAYA – HKNews.info : Stand Mobile Training Unit (MTU) atau Layanan Mobil Pelatihan Keliling, di East Java Talent and Career Exhibition, Jatim Expo, penampilannya paling menarik perhatian pengunjung. Apalagi slogannya, MTU mampu menjangkau hingga ke desa – desa di pelosok Jawa Timur. Itu berarti akan banyak warga masyarakat desa yang bisa mengikuti pelatihan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa, saat membuka acara ini, menuturkan MTU akan mengajarkan ketrampilan dan keahlian di bidangnya. Ada empat jenis layanan MTU yang diberikan secara gratis, yakni MTU khusus pelatihan mesin, kelistrikan, handycraft, dan MTU khusus untuk servis sepeda motor.

“MTU ini kita harapkan bisa melakukan penjangkauan. Alat-alatnya portable. Pelatihannya diberikan rata-rata 240 jam, ada yang sudah ditambah 280 jam. Alumninya sudah bikin bengkel sendiri,” kata Khofifah di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (10/9).

Setelah memperkenalkan MTU, Khofifah langsung meninjau alat tersebut. Nantinya, pelatihan dengan MTU ini bisa diterapkan secara berkelompok dengan 16 orang.

“Ada macam-macam MTU-nya. Ada yang untuk belajar mesin motor, kelistrikan, serta ada yang untuk belajar handycratf. MTU handycratf lebih mudah untuk ibu-ibu rumah tangga. Proses pembuatannya bisa di rumah atau sambil menunggu anak-anak sekolah sambil membuat macam-macam handycraft,” ucap mantan Menteri Sosial RI ini.

Khofifah mencontohkan, dalam pelatihan handycraft, masyarakat akan dilatih membuat kerajinan lampu hias berbentuk bola dengan benang wol hingga dilatih membuat tatakan dari rotan untuk dijual di kafe dan restoran.

Handycraft jenis lampu dan tatakan kue jual rata-rata Rp 25 ribu. Ini kalau bisa terfasilitasi akses market-nya, sangat marketable karena sudah sangat rapi, seperti tadi hasil BLK Situbondo dan Jember, desain dan warna sudah sangat mengikuti tren pasar,” lanjut Khofifah.

Nantinya, seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) di Jatim masing-masing telah memiliki empat unit MTU hingga siap bekerja sama dengan desa-desa dan memberikan pelatihan gratis.

“Sekarang tinggal bagaimana memotivasi lini-lini terbawah, RT dan RW. Kalau mereka bisa mendapatkan skill dan modal, lalu dibantu akses market-nya akan membuka pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa,” imbuhnya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, dalam East Java Talent and Career Exhibition ini, pihaknya menyiapkan 5.903 lowongan untuk kalangan milenial. Program ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja di Jawa Timur secara maksimal dengan mempertemukan langsung perusahaan dengan calon tenaga kerja.

“Target RPJMD kita menargetkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berseiring dengan menurunkan tingkat pengangguran terbuka yang hari ini terbanyak ada di lulusan SMK,” pungkas Khofifah. (her)

Related posts