Duet Ekonom – Nasionalis Bakal “Joss” Buat Masa Depan Surabaya

Ning Lia Ke Empat Dari Kanan

SURABAYA – HKNews.info : Dari suatu pertemuan tidak resmi antara para tokoh masyarakat di sebuah hotel berbintang di kawasan Mayjen Sungkono, Surabaya, pada Kamis (1/8) sore, kompak menggagas persandingan Ning Ceria dengan Puti Guntur Soekarnoputra, untuk masuk ke bursa bakal calon wali kota Suroboyo. Itu berarti bakal terjadi perpaduan sosok intelektual ekonom dengan sosok srikandi nasionalis yang berbasis partai arus bawah yang kuat.

Sosok Ning Ceria tak lain adalah Lia Istifhama, S.Sos, SHI, M.E.I, yang sebentar lagi juga akan menyandang gelar doktor, itu digagas untuk disandingkan dengan Puti Guntur Soekarnoputra yang kental dengan paham Nasionalis berbasis partai PDI Perjuangan, bakal menyemarakkan bursa Pilwali Surabaya 2020.

Gubernur Khofifah Dengan Mbak Puti

Publik pun tahu, bahwa putri dari Guntur Soekarnoputra itu sejak lama akrab dengan Gubernur Khofifah Indarparawansa. Dan Lia, adalah keponakan sang gubernur. Klop…lah.

Perpaduan keduanya digagas dalam pertemuan tersebut, oleh mereka yang menamakan dirinya arus bawah, terdiri dari Ketua Surabaya Ceria – Gus Dar, Ketua Sahabat KIP Surabaya – Hamdi, dan Sabar Santoso tokoh masyarakat yang sangat dikenal di kalangan pengusaha Surabaya.

“Ya…Ning Lia memang ahlinya Ekonomi Religius. Makanya, generasi milenial Suroboyo boleh berbangga karena bakal punya idola baru sosok milenial intelektual eknomi – religius yang siap mendongkrak taraf ekonomi warga Kota Pahlawan, dan mengikis status remaja putus sekolah. Sedangkan Mbak Puti, seorang nasionalis cucu sang Proklamator RI. Saya kira perpaduan keduanya bakal kuat di Pilpres Surabaya 2020 nanti, dan siap membawa Surabaya lebih maju lagi,” kata Gus Dar.

“Dan bukankah warga kota ini masih menginginkan sosok perempuan sebagai pemimpin di Surabaya,” sambung Hamdi, seraya menambahkan, ke depan untuk Surabaya masih banyak yang harus diperjuangkan melalui sentuhan lembut tangan – tangan srikandi yang ramah namun siap bekerja keras.

“Saya bukan ahli ekonomi,” sergah Ning Lia.

“Tapi saya memang sangat berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah, apalagi untuk Surabaya yang mayoritas penduduknya muslim. Boleh dikatakan, ekonomi syariah merupakan motor pertumbuhan ekonomi dan sumber kesejahteraan umat. Tidak hanya itu, ekonomi syariah memiliki potensi besar di tingkat dunia,” tambah Ning Lia.

Cangkrukan Warga Dengan Poster Ning Ceria

Untuk diketahui, Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) telah memprediksi kapasitas ekonomi syariah di Indonesia mencapai 3 trilliun dollar Amerika, atau setara Rp. 45 trilliun leebih. (yok)

Related posts