Distan Jatim : “Buah Naga dan Manggis Jawa Timur Siap Ekspor Ke China”

SURABAYA – HKNews.info : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur melirik pasaran baru yang cukup pontensial untuk ekspor buah naga dan manggis ke China. Hal ini klop karena produk buah naga dan manggis di area pertanian Jawa Timur bisa diandalkan untuk komoditi ekspor.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, membenarkan pihaknya sudah ancang – ancang akan menambah tujuan negara ekspor buah naga dan manggis, ini. Menurutnya, kerja sama ini sudah mulai dijajaki dengan peninjauan lokasi.  

“Tim dari China sudah meninjau lokasi sebagai langkah awal untuk kerjasama ekspor komoditi manggis dan buah naga ini, dan akan dilanjutkan dengan memproses lainnya, seperti GAP (Good Agriculture Practices) dan SOP (Standar Operasional Prosedur), yang memenuhi syarat bagi pemerintah China,” kata Hadi di Surabaya, Kamis (31/7).

Hadi menyampaikan, produksi buah naga dan manggis di Jatim terbilang tinggi. Menurutnya, dalam satu tahun Banyuwangi bisa menghasilkan 708.057 kuintal buah naga. Sedangkan untuk manggis, menurut data BPS tahun 2018 Banyuwangi bisa menghasilkan 118.299 kuintal.

“Produksi buah naga dan manggis kita memang bagus. Buah naga di Banyuwangi itu bisa diproduksi sepanjang tahun karena sudah menggunakan lampu. Jadi ketika tidak ada matahari pun bisa berproduksi,” ungkap Hadi.

Selain Banyuwangi kantung-kantung produksi Manggis di Jawa Timur juga ada di Jember dengan jumlah produksi 55.674 kuintal lalu Trenggalek dengan produksi 33.752 kuintal.

Saat ini manggis dari Jatim diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Thailand dan Hongkong. Sementara buah naga ke Vietnam, Hongkong dan Singapura.

Dipilihnya China sebagai tujuan ekspor baru, imbuh Hadi, karena jumlah penduduk China sangat besar. Selain ini, penduduk China juga menyukai buah tropis. Sementara technical barriers to trade (TBT) atau hambatan teknis perdagangannya juga tidak terlalu ketat.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH) Kementerian Pertanian RI, Yasid Taufik, di Jakarta berpesan, ihwal pentingnya upaya pemenuhan standar mutu budidaya maupun  penanganan pasca panen yang sesuai kesepakatan protokol Indonesia – China. “Standar mutu budidaya dan pascapanen yang sesuai dengan ketentuan protokol ekspor kedua belah pihak sangat penting. Pasar China bernilai besar dan mereka sangat menyukai buah naga dari Indonesia yang rasanya manis segar dibandingkan negara penghasil lainnya,” pesan Yasid, kepada wartawan, Minggu (28/7). (her)

Related posts