Halo SurabayaHeadline

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sedot 11 Ribu Peserta, Putaran Ekonomi Tembus Rp74,78 Miliar

SURABAYA — HKNews.info : Ajang lari bergengsi Surabaya ISOPLUS Marathon kembali digelar dengan sukses di Kota Surabaya. Gelaran tahun ketiga ini berhasil menggaet lebih dari 11.000 peserta yang memadati berbagai rute ikonik Kota Pahlawan.

​Ajang ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Surabaya, Dispora, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, WINGS Food melalui merek ISOPLUS, Ideaworx Restraintment, serta unsur kepolisian dan TNI.

​Head of Ready to Drink Beverages WINGS Group, Joshua Gunawan, menyampaikan bahwa event ini tidak sekadar ajang lari biasa, melainkan wadah edukasi dan pendampingan gaya hidup sehat bagi masyarakat. Melalui pendekatan running doctors dan pendampingan dari para ahli, para peserta mendapatkan panduan tips, trik, serta nutrisi yang tepat sebelum hingga sesudah berlari.

​”Visi kami adalah mendukung active lifestyle masyarakat. Kami ingin memberikan complete and bigger experience yang membedakan event ini dari lomba lari lainnya,” ujar Joshua.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hery Purwanti, menyambut hangat konsistensi penyelenggaraan event olahraga ini. Menurutnya, rute lari yang melewati berbagai destinasi wisata dan ikon bersejarah—seperti Tugu Pahlawan dan Gedung Cerutu—turut memperkuat branding Surabaya sebagai kota yang ramah pelari sekaligus mendorong sport tourism. Pemkot Surabaya juga memfasilitasi pembangunan jaringan jogging track di sepanjang Kalimas untuk menyokong sarana olahraga warga.

​Dampak Ekonomi Luar Biasa

​Penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon juga memberikan angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan hasil penelitian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) FEB Universitas Airlangga (Unair), event yang berlangsung selama tiga hari ini mencatatkan perputaran aktivitas ekonomi mencapai Rp74,78 miliar.

​Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan LPPM FEB Unair, Dr. Ati Retniati, menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh dari pengolahan data primer dan sekunder menggunakan metode input-output.

​”Multiplier effect dari event ini menyasar berbagai sektor, mulai dari perhotelan/akomodasi, perdagangan, transportasi, pariwisata, hingga UMKM kuliner khas Surabaya. Estimasi kontribusi langsung terhadap perekonomian daerah mencapai Rp41,42 miliar,” jelas Dr. Ati.

​Peningkatan okupansi hotel dan melejitnya omzet pelaku UMKM hingga beberapa kali lipat menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi Kota Surabaya. (yok)

Related Articles

Back to top button