Halo SurabayaHeadlineHukrimPolitik

Siswa SMAN 11 Surabaya Tewas Dianiaya, Legislator PSI Desak Usut Tuntas Kasus Brutalitas Remaja

SURABAYA – HKNews.info : Kasus tragis yang menimpa Thomas Julius Kristianto (19), pelajar kelas XII SMAN 11 Surabaya yang tewas akibat dugaan penganiayaan oleh rekan sebayanya, memantik reaksi keras dari parlemen.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael, SH., MH, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus menegaskan bahwa aksi tersebut sudah jauh melampaui batas kenakalan remaja.

Saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya pada Kamis (11/6/2026), legislator dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyerukan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Menurutnya, tingkat brutalitas yang ditunjukkan para pelaku sudah masuk dalam ranah kriminalitas berat.

“Kalau kita bilang ini kenakalan remaja, kok sudah agak kebangetan (keterlaluan). Kami berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas masalah ini secara transparan dan memastikan kejadian sekorban ini tidak boleh terulang lagi di Surabaya,” tegas Josiah dengan nada masygul.

Josiah saat dikonfirmasi wartawan

Dipicu Masalah Sandal hingga Kepala Dibenturkan ke Tembok

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak keluarga dan saksi terkait, Josiah membeberkan bahwa insiden maut ini sebenarnya dipicu oleh persoalan yang sangat sepele, yakni urusan sandal milik salah satu pelaku. Namun, ego kelompok membuat masalah kecil tersebut berujung fatal.

Kronologi kejadian bermula saat korban diajak bertemu di sebuah warung. Dari sana, korban kemudian digiring ke area pemakaman dengan dalih untuk menyelesaikan masalah secara “satu lawan satu”.

Situasi berubah menjadi brutal ketika korban mulai kelelahan. Bukannya berhenti, dua orang pelaku lainnya diduga ikut mengeroyok korban.

  • Korban dipukuli secara membabi buta.
  • Kepala korban dibenturkan ke tembok pembatas makam.
  • Tubuh korban sempat dibanting hingga menghantam bongkahan batu.

“Hasil visum menunjukkan adanya pendarahan hebat di otak. Cedera kepala berat inilah yang kemudian menyebabkan korban tidak bisa diselamatkan,” ungkap Josiah.

Korban Anak Yatim, Advokat Siap Turun Tangan

Selain mendorong proses hukum di kepolisian, Josiah juga menaruh perhatian khusus pada kondisi sosial keluarga yang ditinggalkan. Thomas diketahui merupakan seorang anak yatim yang tumbuh dari keluarga sederhana.

Guna memastikan keluarga mendapatkan hak hukum yang adil, Josiah menyebutkan bahwa sejumlah advokat dan praktisi hukum telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma (pro bono) kepada keluarga mendiang Thomas.

Sentilan Keras untuk Dinas Pendidikan Jawa Timur

Mengingat seluruh pelaku dan korban berasal dari satu lingkungan sekolah yang sama, Josiah memberikan catatan merah bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (yang membawahi jenjang SMA/SMK) untuk tidak tinggal diam dan segera mengevaluasi total sistem pembinaan karakter siswa.

“Kalau memang ada kesalahan dalam sistem pengawasan atau pembinaan, itu harus diakui dan diperbaiki, bukan malah ditutupi demi menjaga nama baik institusi. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang memegang mandat utama untuk membentuk karakter dan moral generasi muda,” semprotnya.

Kasus yang menimpa Thomas menjadi alarm keras bagi lingkungan remaja di Surabaya. Tragedi ini menjadi bukti nyata bagaimana emosi sesaat yang mengalahkan akal sehat tidak hanya melenyapkan nyawa seseorang secara sia-sia, tetapi juga menghancurkan masa depan para pelaku yang kini harus berhadapan dengan jeruji besi. (yok).

Related Articles

Back to top button