Halo Surabaya

Kuasai Ekosistem AI dan Respon Krisis, Insan Kehumasan BRI Region Surabaya Ikuti Pendidikan Akselerasi

SURABAYA – HKNews.info : Di tengah derasnya arus informasi digital, reputasi sebuah bank tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas layanan, tetapi juga oleh kecepatan dan ketepatan dalam merespons isu publik. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat kapabilitas kehumasan di tingkat regional melalui program Pendidikan Akselerasi Kapabilitas Kehumasan di Kantor BRI Region 12 Surabaya pada Rabu (7/10/2026).

Program yang diinisiasi oleh BRI Corporate University ini dirancang untuk membekali insan BRI di daerah dengan kompetensi komunikasi strategis. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung pencapaian sasaran bisnis perusahaan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Saat membuka acara, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa fungsi kehumasan di tingkat regional kini memegang peran strategis yang melampaui aktivitas publikasi formal semata. Humas merupakan salah satu garda terdepan perusahaan dalam menjaga reputasi, membangun hubungan erat dengan pemangku kepentingan, serta memastikan penyampaian informasi yang akurat dan konsisten.

“Peran kehumasan di tingkat regional saat ini bukan lagi sekadar fungsi administratif publikasi, melainkan garda terdepan dalam menjaga reputasi dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Dinamika informasi di daerah berkembang sangat cepat; satu isu lokal dapat dengan mudah tereskalasi menjadi perbincangan nasional dalam hitungan menit,” ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan, penguatan kompetensi komunikasi menjadi krusial bagi BRI sebagai institusi perbankan yang telah melayani masyarakat Indonesia selama 131 tahun. Hubungan yang konstruktif dengan media dan pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga kredibilitas, terlebih di era saat masyarakat dapat mengakses, menyebarkan, dan menilai informasi secara instan melalui berbagai kanal digital.

“Melalui Pendidikan Akselerasi Kapabilitas Kehumasan ini, kita menyelaraskan pemahaman dan mengasah kompetensi praktis insan BRI. Sepanjang hari ini, kita mendalami pilar-pilar utama: mulai dari kepemimpinan komunikasi, pengelolaan media sosial dan sentimen digital, respons krisis yang terintegrasi, hingga pemahaman atas ekosistem media baru berbasis AI,” lanjut Dhanny.

Penguatan kapabilitas komunikasi ini juga sejalan dengan komitmen BRI dalam memperkuat relevansi layanannya. Pasca pengumuman transformasi merek dengan positioning “Satu Bank untuk Semua” pada Desember 2025 lalu, BRI terus menegaskan upayanya untuk menjangkau beragam segmen masyarakat melalui layanan yang inklusif dan sesuai kebutuhan nasabah.

Fokus Pelatihan: Kepemimpinan Komunikasi dan Pemantauan Digital

Pelatihan akselerasi ini turut menghadirkan para pakar di bidangnya. Pemateri Neneng Herbawati memaparkan materi terkait hubungan antara gaya komunikasi kepemimpinan regional dengan reputasi lembaga. Sesi ini menekankan pentingnya integritas, transparansi, serta konsistensi narasi korporat sebagai fondasi utama dalam membangun kredibilitas dan kepercayaan publik.

Di sisi lain, Arief Sitohang mengulas strategi pemantauan dan pengelolaan percakapan publik, termasuk teknik mengategorikan sentimen positif, netral, hingga negatif. Para peserta diajak mengenali pemanfaatan perangkat pemantauan digital (digital monitoring tools) untuk memetakan potensi risiko reputasi secara dini, menentukan batas toleransi risiko (risk threshold), dan mengambil langkah respons yang cepat serta presisi.

Melalui program ini, BRI optimistis para praktisi kehumasan di daerah mampu menjadi agen komunikasi yang adaptif, responsif, dan siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital. (yok)

Related Articles

Back to top button