Komisi D DPRD Surabaya Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Kedung Cowek: Fasilitas Lengkap dan Pendidikan Karakter Jadi Sorotan
SURABAYA – HKNews.info : Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes, bersama tim melakukan kunjungan lapangan ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Kedung Cowek, Surabaya. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sistem pengasuhan di sekolah asrama yang baru saja diserahterimakan tersebut.
Dalam kunjungannya, Dr. Michael mengapresiasi tinggi kelengkapan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Sekolah ini dirancang khusus untuk memberdayakan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan berkualitas secara gratis.

Fasilitas Lengkap dan Pendidikan Karakter
Dr. Michael menyampaikan bahwa fasilitas pendukung di Sekolah Rakyat Kedung Cowek sangat memadai. Selain fasilitas belajar dan tempat tinggal, kebutuhan pokok serta pembinaan spiritual para siswa dijamin secara penuh.
- Kebutuhan Dasar & Kerohanian: Siswa mendapatkan makan tiga kali sehari, fasilitas meja belajar mandiri di asrama, serta bimbingan kerohanian. Bagi siswa muslim disediakan program mengaji tiga kali seminggu, sedangkan siswa non-muslim difasilitasi ibadah rutin ke gereja.
- Kedisiplinan & Kemandirian: Pembinaan karakter melibatkan personel Taruna AL dari Cilegon. Para siswa diajarkan nilai kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab sejak dini.
- Budaya Kebersihan: Kebersihan area dalam asrama dan ruang belajar menjadi tanggung jawab mandiri para siswa. Hal serupa diterapkan oleh para guru yang memiliki jadwal piket mandiri untuk memberi teladan kepada siswa.

Evaluasi dan Catatan Pengembangan
Meskipun memberikan penilaian yang sangat positif, Komisi D DPRD Surabaya memberikan beberapa catatan penting untuk pengoptimalan operasional sekolah ke depan:
- Rasio Pembimbing: Idealnya satu pembimbing mendampingi 15 siswa. Saat ini, karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), satu pembimbing harus menangani 20 siswa atau lebih.
- Fasilitas Tambahan: Diperlukan penambahan fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta petugas khusus untuk pengelolaan kebersihan dan penataan lingkungan luar gedung.
- Pendampingan Emosional: Mengingat terdapat siswa jenjang SD yang masih sering merindukan orang tua (homesick), diperlukan pola pendekatan emosional yang tepat di samping jadwal kunjungan rutin orang tua yang telah ditetapkan.
Upaya Pemutusan Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat ini dikelola langsung oleh Kemensos RI, sementara proses penjaringan dan pendataan siswa tidak mampu diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Surabaya. Ke depan, pemerintah berkomitmen mengawal pendidikan para siswa secara berkelanjutan dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga jenjang perguruan tinggi.
Dr. Michael menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kemensos, Dinas Sosial Surabaya, Kementerian PUPR, serta para pembina Taruna AU. Ia berharap program ini menjadi jalan untuk mengubah taraf hidup keluarga tidak mampu melalui kemandirian dan pendidikan generasi muda. (yok)




