5 Unsur Pemberdayaan UMKM Dinkop Jatim, Sukseskan Program Jatim Berdaya

Kepala Dinas Koperasi & UKM Prov Jatim, Dr Mas Purnomo Hadi (kiri) dan Galeri Batik Jatim

SURABAYA – HKNews.info : Sejak penguatan program OPOP Jatim oleh Gubernur Khofifah Indarparawansa, OPOP (One Pesantren One Product) telah turut menyumbang pertumbuhan UMKM di Jawa Timur yang kian pesat pada beberapa tahun terakhir.

Diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr Mas Purnomo Hadi, kepada HKNews, bahwa tahun 2020 program OPOP akan menyentuh 200 pesantren di Jawa Timur, dengan berbagai macam produknya. Mulai makanan dan minuman, kerajinan tangan, fashion dan juga produk digital IT.

“Kemasannya rata – rata sudah bagus dan bernilai jual, hanya sertifikasinya yang perlu dibenahi. Yang pasti masih perlu pendampingan,” tutur Mas Purnomo Hadi, seraya menambahkan, bahwa pihaknya fokus pada Nawa Bhakti Satya ke 7 dari Gubernur Khofifah, berlabel “Jatim Berdaya”. Yakni, upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM.

“Ada 5 unsur tahapan yang saya laksanakan dari apa yang menjadi Nawa Bhakti ke 7 Ibu Gubernur. Yang pertama peningkatan kwalitas dan sumber daya manusia (SDM), yang kedua kelembagaannya, ketiga produksinya, keempat pembiayaannya, dan yang kelima pasarnya,” katanya, saat dikonfirmasi Senin (30/12/2019).  

Dinkop Jatim memang mendorong para pelaku UMKM agar melakukan peningkatan kwalitas dan SDM nya. Yang mikro naik kelas menjadi menengah, yang menengah naik kelas menjadi pelaku usaha besar. Begitu juga keaktifan koperasinya. Maka harus ada pendampingan, pelatihan dan sertifikasi agar mereka betul – betul profesional. Itu harus dipenuhi agar mereka menghasilkan produk yang berkwalitas, produk yang berstandarisasi, dan produk yang punya nilai tambah.

Kalau kurang permodalan, ada di sisi pembiayaannya. Di sini dinas memfasilitasi melalui Bank Jatim, melalui UMKM, atau melalui KUR dari bank, ada juga dari LPDB (Lembaga Pengadaan Dana Bergulir) berbentuk kopersi. “Pembiayaan memang menjadi tanggung jawab kami,” katanya.  

“Nah kalau ke – empat unsur itu sudah oke, maka giliran pasar, di situ sudah kita siapkan ruang – ruangnya,” papar Mas Purnomo Hadi.

Produk UKM Di Galeri Dekranasda Jawa Timur

Untuk pemasarannya, lanjutnya, pertama mereka bebas mau memasarkan kemana. Namun begitu pemerintah tentunya telah menyiapkan ruang pameran, di Gallery Dinkop Jatim atau di Gedung Dekranasda milik Disperindag di Jalan Kedungdoro. Bisa juga di expo, di promosi dagang, ada juga di 26 KPD (kantor perwakilan dagang) itu juga termasuk ruang pasar,

“Kalau berbicara di lingkup provinsi, kami sinergi dengan dinas terkait. Karena OPOP ini dikawal oleh beberapa institusi. Jadi pada intinya masyarakat tidak kesulitan untuk memasarkan produknya,” jelasnya.  

Kalau mereka tahu dimana ruang pasar yang disediakan, tentu tidak kesulitan. “Saya juga punya Akerindo (Assosiasi Koperasi Retail Indonesia) itu juga memasarkan produk – produk UMKM dan koperasi. Jadi semuanya harus bisa, dan mereka jangan sampai kesulitan mencari pasar. Juga ada pasar on line, bekerja sama dengan market place – market place. Disamping juga membuatkan market place OPOP untuk menampung produk – produk mereka,” kata Mas Purnomo Hadi.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berbasis UMKM, tampak pada berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran, dan sebaliknya menaikkan pendapatan mereka.

Inilah kontribusi UMKM pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk Jawa Timur, keberdaan UMKM telah mampu ikut menyumbangkan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. (yok/her)

Related posts