Di Balik Kian Moncernya Lia Istifhama, Goncangan Semakin Deras

Ning Lia Bersama Relawan

SURABAYA – HKNews.info : Tidaklah mudah bagi seorang Lia Istifhama menapaki jalan menuju kancah Pilwali 2020, meski dia tumbuh dari keluarga tokoh senior NU, sebagai deklarator Mega-Bintang (“BangJo“) tahun 1997.

Sosoknya yang fenomenal tampil di tengah masyarakat kota Pahlawan, dan dengan kecerdasannya menggulirkan program “Nawa Tirta”, langsung bisa diterima. Hal itu menjadi faktor pendukung untuk beradu pikat dengan kubu sebelah, dalam kancah Pilwali Surabaya 2020, nanti.

Kiprahnya di setiap kegiatan sosial, didukung pemberitaan yang mengobral segala puja dan puji di media cetak maupun elektronik, diakui itu bukanlah jaminan bahwa ia berhasil memikat hati warga kota.

Dibalik itu, peranan para relawan yang tulus dan mandiri, perlahan namun pasti telah menggenjot naiknya elektabilitas sosok Lia Istifhama, dengan mempopulerkan tampilannya sebagai Ning Ceria atau Ning Lia, hingga terasa lebih merakyat dan kental Suroboyo – an. Itulah yang disukai.

Di hadapan publik, Ning Lia pun mengatakan, “Saya tidak bisa tidak menghargai atas kinerja para relawan yang mandiri, ini. Saya tidak sedang membangun dinasti. Saya maju dalam Pilwali Surabaya 2020, ini juga atas dorongan dan semangat para relawan !”

Kini sosoknya sebagai Ning Ceria alias Ning Lia kian lekat di hati warga Kota Pahlawan. Tinggal selangkah lagi namanya akan diperhitungkan di kancah pertarungan politik Pilwali Surabaya 2020. Namun tantangan dan rintangan masih menghadang. Termasuk adanya upaya penyusupan dari kubu sebelah yang berusaha merayu unsur relawan untuk berpaling muka dari Ning Lia. Hal ini seperti diungkapkan mereka kepada HKNews.info.

Seperti pada prosesi peringatan HUT ke 9 media Metro Soerya, pada Minggu (20/10) kemarin, contohnya. Tampak di acara yang meriah penuh keakraban itu, jalinan kerja sama antara relawan dengan awak media dan masyarakat begitu solid menyuarakan “Mlaku Bareng Ning Ceria”. “Setelah selesai acara pun saya diloby oleh orangnya kubu sebelah agar merapat ke sana,” ucap sumber kepada HKNews.

“Tapi kami tidak surut sejengkal pun. Kalau ada penyusup yang berusaha mengacau atau mendeskreditkan nama Ning Ceria, kami siap membelanya. Ning Ceria Lia Istifhama itu salah satu Pembina media Metro Soerya, jadi wajar kami membelanya,” kata Herman, dari unsur relawan dan salah satu pendiri media Metro Soerya bersama Choirul Saleh.

“Ya ibarat…semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya !” sela Gus Dar, pencetus Surabaya Ceria, salah satu unsur relawan Ning Ceria. Menurutnya, para relawan dan pendukung harus tetap berupaya menaikkan elektabilitas Ning Ceria, dan harus selalu waspada terhadap pihak – pihak yang berupaya ‘menjegal’ langkah Ning Ceria menuju kontes Pilwali 2020. (yok)

Related posts