Atur Musim Tanam, Jangan Ada Lagi Kelangkaan Produksi Cabai

Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur mengambil hikmah dari peristiwa kelangkaan produksi cabai pertengahan tahun ini, dengan melakukan penataan dan pemetaan pada musim tanam petani cabai. Sebagai tanaman yang bisa tumbuh di segala musim, cabai seharusnya bisa diatur musim tanamnya, sehingga tidak terjadi lagi musim tanam yang bersamaan.

“Kita akan gerakkan penyuluh pertanian. Mengajak petani untuk mengatur musim tanamnya,” tutur Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistiyo, Kamis (1/8). Diakuinya, hal itu tidak mudah sehingga Distan Jatim akan mengedukasi petani dengan penyuluhan – penyuluhan.

Di sisi lain untuk menjaga stok cabai aman dan tidak kekurangan, pihak Pemprov Jatim akan mengawasi dan membatasi pengiriman cabai ke luar daerah Jawa Timur sampai musim panen cabai tiba. Diketahui, daerah yang kini menjadi penyokong cabai hanya tinggal Malang dan Banyuwangi.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo

Menurut Hadi, faktor utama yang menyebabkan melambungnya harga cabai di Jawa Timur, adalah minimnya stok di pasar. Anehnya, jumlah petani cabai di Jawa Timur meningkat pada 2019.

“Masyarakat ramai – ramai menanam cabai di awal tahun, sampai – sampai pada bulan April – Mei kita over produksi hingga harga cabai turun,” ungkapnya. Pada bulan April produksi cabai mencapai 77.171 ton, dan Mei mencapai 32.136 ton. Namun pada bulan selanjutnya (Juni) produksi cabai  turun tinggal 23.437 ton, dan bulan Juli turun lagi tinggal 17.353 ton.

Selanjutnya tanam cabai yang dilakukan petani setelah panen raya, hingga kini belum produksi (panen), sehingga cabai – cabai yang beredar di pasaran saat ini adalah sisa panen raya kemarin. Hal itu menyebabkan melonjaknya harga cabai hingga mencapai Rp 80 – 90 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga cabai rawit hanya berkisar Rp 30 – 40 ribu perkilogram.

Panen raya cabai selanjutnya baru bisa dilakukan bulan Agustus atau September, menyusul stabilnya kembali harga cabai.

Diyakini, panen raya cabai nanti akan bisa mendapatkan hasil produksi hingga 25.666 ton cabai rawit segar, yang didapat dari beberaoa kantong prudiksi, seperti dari Blitar, Kediri, Malang, Tuban, Sampang, dan Pamekasan. (her)

Related posts