Tuntutan Kompensasi Tak Diacuhkan, Warga Gayungan Elok Rame – Rame Demo The Trans Icon

SURABAYA – HKNews.info : The Trans Icon kembali didemo warga. Super Blok Apartment di kawasan Ahmad Yani, Menanggal, Surabaya, ini ditengah geliat pembangunan gadung apartment, hari Sabtu pagi (16/3) digeruduk rame – rame oleh tak kurang dari 300 orang warga RT.01 RW.02 Gayungan Elok, Kelurahan Gayungan, Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Aksi unjuk rasa warga dengan pengamanan dari jajaran kepolisian gabungan Polrestabes Surabaya dan Polsek Gayungan, ini menuntut kompensasi atas kerugian, gangguan, serta polusi lingkungan sebagai dampak pembangunan gedung apartment The Trans Icon.

Sadeli, Ketua RT.01 Gayungan Elok, mengaku bahwa warganya terpaksa menggelar unjuk rasa damai di Trans Icon. “Kami warga yang bermukim di dekat lokasi perusahaan terkena dampaknya, baik itu kebisingan, polusi debu, getaran dari penancapan paku bumi oleh alat berat perusahaan,” ucap Sadeli, di tengah para pengunjuk rasa.

Menurutnya, warga melalui pengurus kampung sudah mengajukan konpensasi itu sejak pertengahan 2018 silam, namun tak digubris oleh perusahaan. Dan awal Januari 2019 lalu kembali mengajukan kompensasi persurat ke Trans Icon, tapi lagi – lagi tidak diacuhkan. Hingga akhirnya kekesalan warga pun tertumpah pada aksi unjuk rasa kali ini, dengan berbondong – bondong mendatangi langsung ke kantor perusahaan untuk menuntut kompensasi.

“Jadi sudah 7 bulan ini tuntutan kami tidak ditanggapi. Rumah warga yang dindingnya retak – retak memang langsung diperbaiki, tapi asal – asalan saja. Sekarang banyak warga menderita sakit flu dan batuk, akibat polusi udara sebagai dampak pembangunan di Trans Icon. Kami akan terus demo sampai kompensasi kami ditanggapi,” kata Sadeli.

Diakui Rudi, Ketua RW.01 Gayungan Elok, pihaknya memang pernah diundnag Trans Icon ke Pemkot Surabaya, dan diimbau apabila ada masyarakat yang ingin melakukan aksi agar dicegah.

“Tapi saya selaku perangkat kampung, tidak bisa menolak aspirasi warga yang berdemo menuntut kompensasi. Saya pun bagian dari warga,” ucapnya, seraya menambahkan, memang tidak mudah menyelesaikan masalah seperti ini, dan bisa jadi tidak sekali ini saja. Menurutnya, perlu konsolidasi untuk menemukan solusi yang terbaik.

Sedangkan menurut H Sarjono, Ketua Lingkungan yang menjadi korlap unjuk rasa ini, pihak warga tidak menuntut macam – macam hanya soal kemanusaiaan saja dari perusahaaan kepada warga yang terdampak pembangunan Trans Icon. “Sebetulnya dengan adanya pembangunan apartemen ini, warga senang karena akan tercipta lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Di pihak lain, Boby selaku Staf HRGA (Human Resoult General Affair) The Trans Icon, Menanggal, Surabaya, usai menerima 6 orang perwakilan warga, kepada para pengunjuk rasa mengatakan telah menyampaikan aspirasi tuntutan warga ini. “Pimpinan sedang ada di Jakarta untuk pembukaan kantor baru, dan setelah kami infokan, beliau selaku Projec Manajernya sekarang dalam perjalanan ke Surabaya, dan bersedia bertemu dengan perwakilan warga,” tuturnya.

Sejauh ini, aksi unjuk rasa warga Gayungan Elok berlangsung tertib dan tidak anarkis. “Ya seperti yang anda lihat, warga cukup tertib, dan lalu lintas tetap lancar. Mereka ini yang terdampak pembangunan Trans Icon sudah dimediasi dan akan diberikan solusinya,” kata Kapolsek Gayungan, Kompol Maryadi, saat dikonfirmasi di lokasi. (yok)

Related posts