Debat Kandungan Miras Oplosan Ala Saudi, Kisruh di Sidang

SURABAYA – HKNews.info : Saudi bin Sueb, yang kini jadi terdakwa perkara miras oplosan maut di sidang Pengadilan Negeri Surabaya, kepada Majelis Hakim mengaku, bahwa sejak dia tidak lagi mendapatkan pasokan arak dari Tuban itulah dia meracik miras oplosan sendiri.

Majelis Hakim yang diketuai Anton Widyopriono, tampak terkesima, mendengar pengakuan terdakwa Saudi bin Sueb, bahwa racikan miras oplosan bisa dibuat dari air yang dicampur dengan Alfood atau Foodkrim, itu dipelajarinya dari Google. Namun karena harga beli Foodkrim dirasa Soedi cukup mahal, selisihnya hampir 10 ribu, maka diputuskannya  hanya memakai Alfood atau alkohol makanan. Itu dilakukannya sejak April 2017.

“Setelah itu saya menyiapkan bahannya, awalnya datang ke Tidar, tapi gagal sebab disana harus pakai SIUP. Lalu datang ke toko Saba Kimia milik Pak Agung untuk membeli Alfood, dan diberi oleh pegawainya. Semua orang penjual buah membeli Alfood disana,” kata Soedi pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/12).

Soedi juga menyebut bahwa pada saat dirinya membeli Alfood di toko Saba Kimia, diapun diberi Alfood dalam bentuk jirigenan lengkap dengan tulisan Alfood,

“Namun ketika ditangkap dan ditunjukkan barang buktinya, ternyata tulisan Alfood yang ada di jirigen sudah dihapus oleh penjualnya, saya berani di croscek,” tegas Soedi.

Jawaban Soedi hanya membeli Alfood dan bukan membeli Solvent di toko Saba Kimia itu membuat Jaksa Ririn sewot,

“Nggak papa bapak mengatakan begitu. Sampeyan boleh mengelak, walaupun dalam kesaksian kemarin si pemilik toko Saba Kimia mengatakan tidak pernah menjual Alfood tapi dia hanya menjual Solvent,” tangkis Ririn.

Menurut Soedi, setelah bahan baku terbeli, lalu dia campur dengan air putih dan dimasukan dalam kemasan botol, namun sebelumnya, untuk setiap botol minuman bikinannya tersebut selalu ia coba terlebih dulu sebelum dijual.

“Selalu saya coba minum lebih dulu 4 sampai 5 gelas setiap selesai membikin, saya juga setiap hari minum itu dan tidak apa-apa,” terang Soedi.

Pada sidang ini, Soedi tidak membantah ketika JPU menyebutkan bahwa barang bukti yang berhasil disita polisi pasca dirinya ditangkap jumlahnya sebanyak 274 botol, dan disisikan 2 botol kemasan 600 gram untuk diperiksa di Balai POM dan Polda Jatim. Selanjutnya barang bukti yang 240 botol dilakukan pemusnahan, sehingga yang tersisah hanya 42 botol.

“Dalam penangkapan itu juga disita pula 4 drum bahan kimia Alkohol putih Solvent, kemudian 3 galon mineral berisi Alkohol putih, ember warna hijau dan hitam,” kata jaksa Ririn.

Terpisah, Tugianto Lauw, kuasa hukum Soedi Bin Sueb menyesalkan sikap JPU yang tidak menghadirkan saksi penyidik dan saksi Eka Devi Saputri, pegawai toko Saba Kimia yang melayani Soedi saat membeli Alfood.

Tugianto meyakini keterangan saksi penyidik dan Eka Dewi penting untuk membuktikan adanya rangkaian peristiwa pembelian Alfood yang dilakukan Soedi kala itu.

“Semua saksi fakta seharusnya dihadirkan dalam persidangan. Saya yakin ada beberapa keterangan dari mereka yang menguntungkan bagi Soedi. Terdakwa Soedi kan membeli Alfood dan dilayani oleh pegawainya, tapi anehnya malah disangkal sama pemilik toko Saba Kimia dengan mengatakan tidak pernah menjual Alfood, ini kan tidak ada titik temu,” kata Tugianto.

Tugianto juga angkat bicara terkait adanya pihak yang turut serta dalam perkara pidana yang dilakukan oleh kliennya. “Harusnya ada yang terjerat pasal 55 dalam perkara ini. Tapi kenapa kok dikesampingkan ? Semua itu akan kita tuangkan dalam nota pembelaan nanti,” katanya. Menurutnya, kesalahan ini harus ditanggung bersama. (her)

Related posts