Peringatan Hari Anak Nasional: Anggota Komisi D DPRD Surabaya Tekankan Pemenuhan Hak dan Sinergi Tiga Lingkungan
SURABAYA – HKNews.info : Pada Peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak secara menyeluruh.
Sebagai seorang perempuan, ibu, sekaligus legislator di bidang kesra, dr. Zuhrotul menyampaikan bahwa setiap anak berhak mendapatkan jaminan tumbuh kembang yang optimal, baik dari aspek fisik maupun psikologis.
“Anak-anak kita harus dipastikan hak-haknya terpenuhi. Mulai dari fisik, psikologis, hak bermain, pendidikan, tempat tinggal yang layak, hingga layanan kesehatan yang baik. Selain itu, perlindungan dari tindakan bullying (perundungan) juga harus menjadi perhatian serius,” ujar dr. Zuhrotul saat ditemui di Surabaya.
Soroti penerapan kebijakan terkait Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa di Surabaya, dr. Zuhrotul menilai bahwa penugasan sekolah tidak selalu harus berbentuk materi kaku yang memberatkan. Menurutnya, penugasan harus disesuaikan dengan minat, bakat, dan pengembangan potensi karakter anak, seperti penguatan baca Al-Qur’an (TPQ) atau kegiatan positif lainnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tumbuh kembang anak sangat bergantung pada keselarasan tiga lingkungan utama: keluarga (rumah), sekolah, dan masyarakat.
“Anak hidup di tiga lingkungan. Jika ketiganya memberikan hak anak dengan porsi yang benar, tumbuh kembang mereka akan optimal. Namun jika salah satunya tidak selaras—misalnya kurangnya pendampingan orang tua di rumah—proses pembentukan karakter anak tidak akan berjalan maksimal,” jelasnya.
Dorong Kebijakan Pemerintah Kota yang Pro-Anak.
Guna memastikan seluruh hak anak tertunaikan, dr. Zuhrotul mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus memperkuat peran dari sisi regulasi dan penyediaan fasilitas publik.
Beberapa langkah strategis yang perlu ditingkatkan antara lain:
* **Fasilitas Publik:** Menyediakan lebih banyak ruang bermain anak yang aman dan layak.
Pendidikan & Kesehatan :
Meningkatkan akses layanan kesehatan inklusif (seperti peningkatkan cakupan imunisasi dan program UHC) serta fasilitas sekolah ramah anak.
Menerapkan kebijakan perlindungan di tingkat masyarakat, seperti pemberlakuan jam belajar atau jam malam anak.
“Pemerintah kota pegang peranan penting dari sisi kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” pungkasnya. (yok)




