Halo SurabayaPolitik

Dengar Aspirasi Mahasiswa Magang, H. Budi Leksono Bedah Fungsi DPRD dan Wacana Pemekaran Dapil Surabaya

SURABAYA – HKNews.info : Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, membuka ruang dialog dan transfer pengetahuan bersama para mahasiswa yang tengah menjalani program magang di fraksinya. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan akrab tersebut membahas seputar dunia kepemiluan, tata kelola pemerintahan, hingga wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil).

“Hari ini kami berdiskusi bersama adik-adik mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Topik utamanya seputar pemilu, pemekaran dapil, serta kewenangan DPRD Surabaya,” ujar pria yang akrab disapa Buleks tersebut, Rabu (24/6/2026).

Edukasi Tiga Fungsi Utama DPRD

Dalam kesempatan itu, legislator senior PDI Perjuangan ini memaparkan peran penting legislatif dalam struktur pemerintahan daerah. Buleks menekankan tiga fungsi utama yang melekat pada DPRD, yaitu:

  • Fungsi Legislasi: Membentuk Peraturan Daerah (Perda) bersama pihak eksekutif.
  • Fungsi Anggaran (Budgeting): Membahas dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
  • Fungsi Pengawasan (Monitoring): Mengontrol jalannya roda pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

“DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Tugas kami adalah mengawasi jalannya pemerintahan demi kesejahteraan warga Surabaya,” jelasnya.

Menanti Kepastian Pemekaran Dapil

Terkait isu kepemiluan dan wacana pemekaran dapil di Kota Pahlawan, Buleks menjelaskan bahwa hingga saat ini dinamikanya masih terus berproses di tingkat penyelenggara pemilu (KPU).

“Penyelenggara Pemilu di Surabaya masih melakukan kajian mendalam dan diskusi publik. Apakah nanti berkembang menjadi 6 dapil atau 7 dapil, keputusannya belum tuntas. Kami di fraksi sebagai peserta pemilu tentu posisinya menunggu dan siap mengikuti ketetapan resmi yang sah,” imbuhnya.

Harapan Mahasiswa: Tekan Politik Transaksional

Sementara itu, perwakilan mahasiswa magang, Dicky Ilham Ramadan, mengungkapkan alasan dirinya dan rekan-rekan memilih Fraksi PDI Perjuangan sebagai tempat menimba ilmu. Selain karena sudah mengenal sosok Budi Leksono, mereka ingin mengeksplorasi langsung bagaimana dinamika kerja antara legislatif dan eksekutif.

“Tujuan kami magang di sini adalah mencari pengalaman riil mengenai bagaimana pemerintah dan dewan bekerja,” kata mahasiswa Jurusan Ilmu Politik FISIP Unair tersebut.

Dicky juga menyoroti wacana pemekaran dapil dari sudut pandang akademis. Menurutnya, perubahan peta dapil berpotensi menekan biaya politik yang harus dikeluarkan oleh para calon anggota legislatif (caleg).

“Kami berharap pemekaran dapil ini bisa mengubah pola pragmatisme dalam pemilu dan menumbuhkan iklim demokrasi yang non-transaksional. Jadi, masyarakat memilih caleg bukan karena faktor uang, melainkan murni menilai kemampuan dan kelayakan calon tersebut,” tegas Dicky.

Di akhir dialog, Dicky juga memberikan catatan kritis mengenai pentingnya memperkuat sinergisitas antara Pemkot Surabaya (eksekutif) dan DPRD (legislatif) yang dinilainya masih perlu dioptimalkan.

“Catatan-catatan ini akan menjadi bahan kajian sekaligus ‘oleh-oleh’ hasil magang kami. Kami berharap bisa memberikan rekomendasi dan masukan solutif demi jalannya demokrasi dan tata pemerintahan yang lebih baik di Surabaya,” pungkasnya. (yok)

Related Articles

Back to top button