Halo SurabayaPolitik

Ancam Generasi Emas 2045, Bang Jo Desak Kolaborasi Total Berantas Judi Online di Surabaya

SURABAYA – HKNews.info : Maraknya praktik judi online yang kini mulai merambah anak-anak dan generasi muda memicu kekhawatiran serius. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, memperingatkan bahwa fenomena ini merupakan ancaman nyata bagi visi besar mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh politisi PKS yang akrab disapa Bang Jo ini saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik Gesek Bejo (Gerakan Sekolah Berantas Judi Online) di Siola Convention Hall, Rabu (3/6).

“Judi online sekarang bukan lagi konsumsi orang dewasa. Praktik ilegal ini sudah menyusup ke ruang belajar, kamar tidur, hingga ke dalam genggaman telepon pintar para pelajar. Ini adalah ancaman krusial yang wajib kita perangi bersama,” ujar Bang Jo.

Darurat Judi Online di Kalangan Anak-Anak

Bang Jo memaparkan data mencengangkan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Secara nasional, nilai transaksi judi online telah menembus angka Rp286 triliun dalam setahun.

Mirisnya, jeratan digital ini mendominasi usia produktif:

  • 197.000 anak dan remaja (usia 11–19 tahun) terindikasi aktif terlibat.
  • 80.000 anak di bawah usia 10 tahun tercatat sudah terpapar permainan haram ini.

Menurutnya, angka tersebut harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen bangsa. Sebagai kota yang menyandang predikat Kota Pahlawan sekaligus Kota Layak Anak, Surabaya memikul tanggung jawab besar untuk membentengi generasi mudanya dari bahaya siber.

Bang Jo menekankan bahwa mitigasi judi online tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata, melainkan butuh sinergi dari hulu ke hilir:

  • Bagi Pelajar: Didorong untuk memanfaatkan internet secara produktif, berani melaporkan (report) akun promosi judi online, serta membangun lingkaran pertemanan yang sehat.
  • Bagi Orang Tua: Wajib meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai (gadget) dan membangun komunikasi yang intens dengan anak.
  • Bagi Sekolah: Berperan penting lewat penguatan literasi digital, pendidikan karakter, serta optimalisasi layanan konseling (BK) untuk siswa yang berisiko.

Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah diminta tetap konsisten memperketat penegakan hukum, memblokir situs judi, dan memasifkan edukasi dampak buruk perjudian.

Gagas Kampung Anti Judi Online

Sebagai langkah konkret di legislatif, Bang Jo menyatakan komitmennya untuk mendorong berbagai kebijakan strategis di DPRD Kota Surabaya. Beberapa poin yang akan dikawal antara lain:

  1. Penguatan regulasi daerah dan pengawasan dinas terkait.
  2. Pengalokasian anggaran khusus untuk program pencegahan.
  3. Inisiasi pembentukan Kampung Anti Judi Online.
  4. Integrasi program ketahanan keluarga serta perlindungan anak.
  5. Memasukkan isu judi online sebagai materi utama dalam setiap agenda reses anggota dewan.

DPRD Surabaya juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan, perguruan tinggi, hingga aparat penegak hukum.

“Perang melawan judi online tidak bisa dilakukan parsial atau sendiri-sendiri. Harus ada gerakan kolektif. Jika kita ingin melihat Indonesia memanen Generasi Emas di tahun 2045, maka remaja dan anak-anak hari ini harus kita selamatkan terlebih dahulu,” pungkasnya. (yok)

Related Articles

Back to top button