Halo SurabayaHeadline

Peringati Hari Jadi Kota ke-733, Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87% dan IPM Raih Posisi Tertinggi di Jawa Timur

SURABAYA – : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Momen ini menjadi ajang refleksi sekaligus pembuktian bahwa Kota Pahlawan berhasil mencatatkan berbagai capaian impresif di bidang ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan, di tengah ketidakpastian situasi global.

Upacara HJKS ke-733 berlangsung khidmat di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu pagi tepat tanggal 31 Mei 2026, dengan inspektur upacara Ir. H. Armuji, MH., Wakil Wali Kota dan selaku Plh Wali Kota Surabaya (oleh karena Wali Kota Eri Cahyadi tengah melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci, Mekkah).

Dalam sambutannya, Wawali Armuji, yang menyampaikan pidato Wali Kota, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari ketua RKMK, RW, RT, kader Surabaya Hebat, tenaga kesehatan, hingga seluruh warga kota. Menurutnya, kemajuan Surabaya adalah buah dari kerja keras kolektif, bukan individu.

“Surabaya besar bukan karena satu orang atau satu kelompok, tetapi karena kerja sama seluruh warganya. Dari kampung, sekolah, pasar, hingga ruang pelayanan publik, semua bergerak dengan semangat yang sama,” tegas Wawali Armuji.

Pancasila dalam Tindakan: Layanan Kesehatan Makin Dekat

Mengusung tema kali ini : “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat” bahwa pembangunan Surabaya dipastikan berpijak pada nilai-nilai Pancasila yang diwujudkan dalam aksi nyata pelayanan publik.

Di sektor kesehatan, Pemkot Surabaya sukses mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga mencapai 85,60%, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan ini didukung oleh infrastruktur kesehatan yang masif, di antaranya:

  • 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang siap melayani warga.
  • Program Satu RW Satu Nakes, Satu Ambulans, dan Satu Puskesmas.
  • Optimalisasi layanan kesehatan perempuan dan anak yang berhasil menekan angka stunting hingga menyentuh level 0,59% pada tahun 2025.

Pendidikan Inklusif dan Penguatan SDM Menuju Indonesia Emas

Untuk menyambut bonus demografi, Pemkot Surabaya berkomitmen memastikan akses pendidikan 13 tahun merata bagi seluruh anak, tanpa terkendala sekat ekonomi.

Pemerintah secara konsisten mengalokasikan anggaran pendidikan lebih dari 20% setiap tahunnya. Beberapa program unggulan yang telah berjalan hingga saat ini meliputi:

  1. Beasiswa Pemuda Tangguh: Diberikan kepada 16.800 siswa SMA/SMK/MA serta 5.874 mahasiswa.
  2. Pendidikan Ramah Disabilitas: Penguatan ruang tumbuh dan belajar melalui 4 Rumah Anak Prestasi.
  3. Prioritas Keluarga Miskin: Memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan tinggi sebagai alat utama memutus mata rantai kemiskinan.
Wawali Armuji menyerahkan potong tumpeng kepada Ketua DPRD Surabaya H. Syaifuddin Zuhri, S.Sos.

Ketahanan Ekonomi Tangguh di Tengah Gejolak Global

Meskipun situasi geopolitik dan perang dagang global membayangi perekonomian domestik, Surabaya membuktikan diri sebagai kota yang tangguh dan adaptif.

Pada tahun 2025, ekonomi Surabaya tercatat tumbuh kuat sebesar 5,87% dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 Triliun. Angka ini memperkokoh posisi Surabaya sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian Jawa Timur.

Indikator Makro Surabaya (2025) Capaian Ketarangan
Pertumbuhan Ekonomi 5,87% Tumbuh kuat di atas rata-rata
Nilai PDRB Rp830,54 Triliun Menjadi penggerak ekonomi Jatim
Laju Inflasi 2,96% Tetap stabil dan terkendali
Angka Kemiskinan 3,56% Turun signifikan dari 3,96% (2024)

“Pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” lanjut Wali Kota.

Ke depan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendampingan UMKM, pembukaan lapangan kerja baru, menjaga stabilitas harga, serta memastikan pembangunan kota berjalan secara inklusif. Targetnya jelas: Surabaya harus terus tumbuh menjadi kota dunia yang maju, humanis, berkelanjutan, namun tetap mengedepankan keadilan bagi seluruh warganya.

“Ekonominya bergerak, tetapi warganya tidak tertinggal.”

Kalimat ini bukan sekadar slogan penyejuk telinga, melainkan detak jantung dari setiap deru pembangunan di Kota Surabaya. Di tengah badai ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan pesatnya disrupsi teknologi, Surabaya memilih jalan yang tegas: menjadi kota yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial.

Setiap sudut infrastruktur yang dibangun—mulai dari pedestrian yang ramah, taman kota yang asri, ruang transportasi publik, hingga sistem layanan digital—tidak pernah ditujukan untuk ajang bermegah-megahan atau pamer estetika semata. Semua itu dihadirkan dengan satu tujuan mulia: agar hidup warga menjadi lebih mudah, ekonomi kampung kembali bergerak, dan birokrasi pelayanan publik semakin cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat akar rumput.

Pembangunan Berkelanjutan: Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanganan Banjir

Komitmen nyata Surabaya terhadap pembangunan yang humanis dan berwawasan lingkungan tercermin dari angka-angka riil yang berhasil dicapai hingga tahun 2025:

  • Sinergi Pengelolaan Sampah: Melalui optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dan rumah kompos, Surabaya berhasil mengelola sampah berbasis komunitas sebesar 168,62 ton per hari. Sementara itu, infrastruktur modern Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) mampu mengolah hingga 600 ton sampah per hari sekaligus mengonversinya menjadi sumber energi hijau yang bersih.
  • Surabaya Bebas Genangan: Sejak tahun 2021, Pemkot Surabaya secara agresif melakukan normalisasi dan pembangunan saluran drainase sepanjang lebih dari 273,3 km hingga tahun 2025. Ditambah dengan penyiapan ribuan pompa serta pembangunan 7 unit rumah pompa baru, Surabaya berhasil mengeliminasi secara signifikan 295 titik banjir di berbagai wilayah rawan.
  • Hunian Layak dan Terang: Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) telah menyentuh 294 unit rumah warga prasejahtera. Di saat yang sama, kota ini kian benderang dan aman dengan terpasangnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di 3.223.366 lokasi.

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi yang sempat memberikan sambutannya dan divideokan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, disampaikan pula dalam prosesi upacara HJKS pagi ini dalam tayangan videotron outdoor. Antara lain disampaikan :

Selamat Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-733.

“Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”—sebuah tema yang bukan sekadar rangkaian kata pemanis upacara, melainkan pondasi bergerak bagi Kota Pahlawan di usianya yang ke-733. Di balik megahnya lanskap kota dan deretan inovasi fisik yang terus dikejar, ada satu kebenaran yang tidak boleh kita lupakan: kekuatan sejati Surabaya tidak pernah terletak pada beton-beton yang menjulang tinggi, melainkan pada urat nadi persatuan, ketahanan ekonomi, toleransi yang mengakar, serta nilai-nilai Pancasila yang hidup dan bernapas di dalam keseharian masyarakatnya.

Surabaya adalah sebuah ruang besar yang lahir dari rahim perjuangan. Kota ini dibentuk oleh keberanian, dirawat dengan kebersamaan, dan dipaksa untuk terus bergerak maju melalui tetesan keringat serta kerja keras seluruh warganya. Dari gang-gang kampung yang padat hingga pusat-pusat pelayanan publik, gerak ekonomi dan kesejahteraan terus diupayakan agar berjalan beriringan tanpa meninggalkan satu pun jiwa di belakang.

Merawat Jiwa Gotong Royong Menuju Kota Dunia

Di usia yang telah menembus angka 733 tahun ini, momentum Hari Jadi Kota Surabaya sejatinya adalah sebuah panggilan untuk pulang. Pulang pada jati diri kita sebagai mahluk sosial yang gemar bergotong royong. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kembali sekat-sekat persatuan, menjaga keharmonisan di tengah keberagaman, serta bersama-sama menata Surabaya menjadi kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.

“Surabaya ini adalah lambang ketangguhan. Kota yang lahir dari sebuah keberanian, tumbuh dengan kebersamaan, dan terus bergerak maju melalui kesejahteraan yang merata untuk seluruh warga.”

Setiap elemen masyarakat—mulai dari para penggerak di akar rumput, tokoh agama, pelaku usaha, hingga generasi muda—adalah saksi sekaligus aktor utama dalam perjalanan panjang sejarah kota ini. Tugas kita hari ini dan esok hari adalah memastikan bahwa estafet perjuangan ini tidak padam. Kita dituntut untuk terus berinovasi, berkreasi, dan menjaga toleransi di tengah kemajemukan, demi masa depan generasi penerus Surabaya.

Mari kita jadikan peringatan ke-733 ini sebagai komitmen bersama untuk menjaga Surabaya tetap menjadi rumah yang aman, rukun, dan membahagiakan. Sebuah kota tempat di mana keadilan sosial bukan lagi sebuah impian, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan di setiap ruang tamu warga.

Selamat Hari Jadi Kota Surabaya ke-733. Dengan Pancasila yang Kuat, Surabaya Semakin Hebat ! (yok)

Related Articles

Back to top button