Membawa Nama Surabaya Mendunia

Jadi Simbol Keberhasilan Pembangunan Kerap Diundang Forum Internasional

Dr (HC), Ir, Tri Rismaharini, MT, Wali Kota Surabaya Menjadi Pembicara Di World Materials Forum

Pedagang kaki lima (PKL) berdagang di sembarang tempat sehingga menyebabkan kemacetan. Suasana panas nan gersang menjadi ciri khas kota ini, ditambah hujan sebentar saja sudah banyak wilayah yang terendam banjir. Itu gambaran Surabaya puluhan tahun lalu. Namun sekarang, Surabaya sudah sangat berubah. Bahkan, Kota Pahlawan kini sudah menjadi perhatian dunia berkat sederet prestasi dan inovasinya.

Transformasi Surabaya tak lepas dari kerja keras, mulai pucuk pimpinan yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, hingga segenap jajaran Pemerintah Kota Surabaya. Kisah sukses ini tampaknya sering dijadikan rujukan kota-kota di luar negeri untuk belajar. Oleh karenanya, Risma -sapaan Tri Rismaharini- kerap kali diundang ke luar negeri untuk menjadi pembicara. Para peserta rata-rata sangat antusias ingin tahu lebih dalam apa saja yang menjadi rahasia sukses Risma ‘menyulap’ kota ini.

Dr (HC), Ir, Tri Rismaharini (kedua dari kiri) Saat Jadi Pembicara di UN Climate Action Summit 2019

Tahun ini, Risma tercatat 9 kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Perjalanan tersebut menyasar 11 negara tujuan. Jadi ada beberapa tujuan yang digabung dalam sekali perjalanan untuk efisiensi waktu dan biaya. Seringnya Risma diundang sebagai pembicara di luar negeri menjadi bukti nyata pengakuan dunia atas keberhasilan transformasi pembangunan di Surabaya. Misalnya, pada 18-20 Februari 2019, Risma diundang ke Amerika Serikat oleh Presiden Majelis Umum PBB ke-73 dan Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) untuk menjadi pembicara terkait ketahanan pangan dan program urban farming.

Serta pada 12-14 Juni 2019, Risma menyampaikan materi terkait penanganan limbah plastik di World Material Forum di Perancis. Pun demikian pada 24-26 September 2019, Risma diundang untuk menjadi pembicara dalam acara Sustainable Development Goals Summit and High Level Political Forum di New York, Amerika Serikat. Pada kesempatan itu, Risma juga berperan sebagai kontributor diskusi terkait penanganan dampak perubahan iklim dalam World Economic Forum. Lebih membanggakan lagi, dalam forum itu, Risma merupakan satu-satunya wali kota yang diberikan kesempatan memberikan pernyataan resmi dalam UN Climate Action Summit bersama dengan beberapa kepala negara lain.

Dr (HC), Ir, Tri Rismaharini, MT (duduk kedua dari kiri) Di Forum UN Climate Action Summit 2019

Kesediaan Risma menghadiri berbagai forum di luar negeri ternyata mengusung misi ganda. Yakni, selain aktif sebagai pembicara juga untuk mempromosikan Surabaya di kancah internasional. Perjuangan ini tidak sia-sia. Buktinya, sejak 2011 hingga sekarang, Surabaya tak pernah absen menjadi tuan rumah forum atau pertemuan level internasional. Diawali dengan The First ASEAN Mayor Forum pada 2011, berlanjut dengan Senior Official Meeting (SOM) APEC pada 2013, Konferensi PrepCom 3 for Habitat III pada 2016, hingga Growing Up Urban Summit UNICEF dan The 7th UCLG ASPAC Congress pada 2018.Di samping itu, tak sedikit pula delegasi dari luar negeri yang berkunjung ke Kota Surabaya untuk mempelajari secara langsung berbagai inovasi pembangunan yang telah dilakukan, sebagaimana yang mereka ketahui dari paparan yang disampaikan Risma di luar negeri.

Forum-forum internasional tersebut telah menyedot ribuan peserta. Dengan demikian, sektor perhotelan, restoran, hingga kuliner dan oleh-oleh juga mendapat angin segar. Hal itu tentu berdampak pula pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang ujung-ujungnya juga digunakan untuk pembangunan kota.

Seiring transformasi pembangunan di Surabaya, pengakuan dari dunia internasional mulai berdatangan kepada sosok Risma, yang dianggap berhasil. Pada 2015, nama wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menempati peringkat ke-24 dari 50 tokoh besar dunia versi Fortune.  Di tahun yang sama, Risma juga diganjar wali kota terbaik ketiga di dunia menurut World Mayor Project. Selain itu, UN Habitat Scroll of Honour, yang merupakan penghargaan tertinggi di UN Habitat diberikan kepada Risma pada 1 Oktober 2018 di Nairobi, Kenya.

Dengan pertimbangan sederet prestasi itulah, para kepala daerah di lingkup Asia-Pasifik menunjuk Risma mengemban amanah sebagai Presiden United Cities for Local Government (UCLG) Asia-Pasific pada 14 September 2018. Berbagai capaian level internasional itu tentu diraih bukan atas kinerja individu. Melainkan peran serta segenap jajaran Pemerintah KotaSurabaya, DPRD Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga Kementerian Dalam Negeridan Kementerian Luar Negeri.

Diah Arfianti, warga Surabaya pemilik usaha Diah Cookies ini mengaku bangga wali kotanya menjadi salah satu figur yang berperan di level internasional. Menurutnya, Risma merupakan sosok inspiratif yang sudah membuktikan bahwa segala sesuatu dapat diraih dengan kerja keras. Kini, selain Surabaya memetik manfaatnya dengan lebih bersih, asri dan banyak wilayah yang sudah bebas banjir, warga asing juga mulai banyak yang mengenal Surabaya. “Saya mengucapkan terima kasih atas kemudahan izin usaha di Surabaya. Kini dengan semakin banyaknya tamu maupun wisatawan asing, omset kami pun juga meningkat. Sekali lagi terima kasih, saya berharap Bu Risma selalu sehat,” ujar Diah.(adv)

Related posts