Dinas Pertanian Jatim Himbau Jajaran Antisipasi Kemarau

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo

SURABAYA – HKNews.info : Menghadapi musim kemarau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, mengajak segenap jajaran di Kota / Kabupaten se Jatim, mulai melakukan langkah – langkah untuk mengantisipasi dampak lahan kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, mengungkapkan, pihaknya telah mensosialisasikan ke jajaran agar mempersiapkan varietas tanaman yang tahan kering.

“Ya selain itu, diharapkan juga bisa lebih mengoptimalkan pemanfaatan lahan basah, seperti daerah rawa atau lebak,” tutur Hadi Sulistyo, Rabu (3/7), seraya menambahkan, upaya sinergi dengan jajaran samping juga telah dilaksanakan, seperti dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Jatim, untuk memastikan fungsi sarana prasarana pertanian dan irigasi agar berjalan baik.

 Antisipasi seperti dimaklumatkan Kadistan Hadi Sulistyo, itu penting karena ada sekitar 24.633 hektar lahan pertanian di Jawa Timur diyakini akan terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, 983 hektar diantaranya gagal panen atau puso.

Ilustrasi Lahan Pertanian Yang Kekeringan

Distan Jatim sendiri telah menetapkan tiga kabupaten berstatus sangat rawan kekeringan, yaitu Bojonegoro, Lamongan dan Pacitan. Dan satu kabupaten yang rawan kering, yakni Tuban. Luasan lahan yang terdampak kekeringan di situ bisa mencapai seribu hektar.

Di sisi lain BPBD Jawa Timur telah memetakan ada 556 desa yang ada di 180 kecamatan dan di 24 kabupaten di Jawa Timur dinilai rawan mengalami kekeringan. Luasan lahan yang rawan mengalami kekeringan mencapai 24 ribu, dan akan terjadi meski kemarau diprediksi hingga September.

Yang jelas, ungkap Hadi Sulistyo, dari total luas lahan pertanian di Jawa Timur yang mencapai 1,8 juta hektar, area lahan pertanian yang mengalami kekeringan hanya sekitar 1,32 persen, sedang yang puso 0,05 persen.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman

Sementara itu, Kementerian Pertanian RI meyakini angka gagal panen akibat kekeringan di Jawa Timur akan menurun. “Selama empat tahun terakhir, Kementerian Pertanian telah mempersiapkan infrastruktur seperti embung – embung untuk menampung air. Kita juga membagikan pompa – pompa air ratusan ribu di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi kekeringan,” tutur Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jumat akhir bulan lalu kepada wartawan, di Jakarta.

Pemerintah juga meningkatkan mekanisme pertanian untuk mempercepat pengolahan  sehingga proses produksi lebih cepat. Hal ini dibuktikan dengan stok beras saat ini mencapai 2,3 juta ton dan akan aman sampai tahun depan. (her)

Related posts