Alumni SMA/SMK Suroboyo, Serukan “Jokowi Lagi”

Dalam DEKLARASI MILENIAL 1JO di Sutos 

SURABAYA – HKNews.info : Gebyar “DEKLARASI MILENIAL 1JO” dengan mengusung tema : “Alumni SMA-SMK Suroboyo For Jokowi Lagi” di Surabaya Town Square (Sutos), Surabaya, Sabtu (2/3), begitu gempita dengan dimarakkan kaum milenial kota Pahlawan dan hadirnya para artis dari ibu kota, seperti Adi MS serta lainnya.

Kendati pun lebih kental ke nuansa politis, namun acara ini menjadi apik dan indah dengan turut ditampilkannya tari – tarian daerah dan atraksi lainnya yang bernafaskan seni budaya bangsa.

Lebih patriotis lagi ketika dari atas panggung Adi MS memimpin massa milenial mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di pembuka acara. Serta tak lupa menunjung tinggi kebhinekaan bangsa, dengan doa bersama yang dipimpin para pemuka religious dari agama Katholik, Kristen, Islam, Hindu, Budha dan Aliran Kepercayaan.

“Ini bukan agenda politik, tapi hanya sosialisasi bahwa paslon no.1 itu seperti apa…yang menurut kami sudah jelas kinerja dan prestasinya untuk kemajuan bangsa ini secara nyata. Semua orang tahu, apa yang sudah dilakukan beliau dalam masa pemerintahannya 4 tahun terakhir,” kata Lucyana, Head Media Relation, Deklarasi Milenial 1JO, saat di konfirmasi di lokasi. Pihaknya sengaja mengumpulkan generasi milenial alumni SMA/SMK se Surabaya, untuk memberikan sosialisasi dengan kemasan acara yang memikat.

Di sisi lain, lanjut Lucy, terhadap paslon no.2 kita jadi merasa bahwa kita sekarang lagi perang hoax. Sedangkan kita ingin pemilu yang sehat, kampanye yang sehat. Di sini kita mengingatkan kepada kaum milenial untuk menyaring, menelaah lebih dulu, bahwa jelang pemilu ini yang namanya hoax itu kok tambah marak gitu lho. Sedangkan kita bisa buktikan berita itu benar secara obyektif atau enggak.

Panggung gebyar Deklarasi Milenial 1JO kian marak, dengan tampilnya Emil Dardak, mantan Bupati Trenggalek yang kini resmi menjadi Wagub Jatim, mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Emil mengungkapkan tentang politik yang “adem” yang mengutamakan rasionalitas dalam berpikir. “Harapan kita generasi milenial jangan apatis terhadap politik, karena satu suara itu menentukan apakah ada keberpihakan anggaran kepada dana desa, apakah ada keberanian untuk melakukan terobosan agar infrastruktur kita bisa bersaing dengan negara – negara lain yang sudah mengancam industri kita. Apakah ada keberanian untuk memperbaiki fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonominya, itu butuh keberanian menanggarkan dan keberanian menganggarkan itu harus didorong oleh pilihan politik yang ktita dasari rekam jejak,” tuturnya.

Dari atas panggung Emil mengisahkan kepada para milenial, bahwa ia sebagai anak jawa timur telah merasakan antara lain hak menikmati layanan kesehatan yang baik, klinik yang bersih dan modern, bukan saja ada di kota, tapi sekarang sudah bisa dinikmati oleh anak – anak di desa yang telah mendapatkan layanan kesehatan yang sesungguhnya. Pasar desa yang dulu becek dan beratap langit atau terpal, kini sudah banyak dibangun dengan gedung pasar yang bersih seperti di kawasan jabodetabek. Program bedah rumah untuk warga miskin, juga sudah sampai ke pelosok dan daerah tertinggal. Keluarga miskin dan tidak mampu di daerah / desa juga sudah memiliki kartu indonesia pintar (KIP), kartu indonesia sehat (KIS), kartu keluarga sejahtera (KKS), semuanya lengkap dan bukan sekedar pajangan, sehingga dapat menerima bantuan dengan mudah dan segera. Dan banyak lagi kemajuan pembangunan yang dicapai dan dirasakan di daerah – daerah.

“Semua sudah merasakan, kinerja pemerintah yang selama empat tahun terakhir telah berbuat di segala sektor dengan tujuan hanya satu, yaitu ingin Indonesia berdiri tegak ditengah dunia sebagai negara yang kuat. Saya tidak berbicara teori, tidak berbicara konsep, melainkan berbicara tentang hal – hal yang nyata. Ini bukan hoax, ini juga bukan pencitraan, tapi inilah yang disebut Indonesia Bekerja Nyata”, seru Emil, disambut gempita para milenial.

Salah seorang alumni SMA di Surabaya, Sudarmanto, yang kini mengomandani LSM Grasi, mengungkapkan rasa syukur dan bangga kepada kaum melenial yang mampu memilih secara obyektif terhadap paslon (pasangan calon) pilpres ini, demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan. Bukankah mereka juga generasi penerus bangsa.

“Jadi mari kita jujur menilai, siapa paslon yang sudah piawai dalam pemerintahan, dan telah berbuat banyak untuk pembangunan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ini bukti, dan bukan hanya janji atau retorika politik saja dengan tujuan hanya memenangan kontes Pilpres !” tuturnya. (yok)

Related posts