Pemuda Pelajar Surabaya Harus Mampu Bersaing di Kancah Dunia

SURABAYA – HKNews.info : Gelaran sekolah kebangsaan kembali dibuka Pemkot Surabaya di GNI (Gedung Nasional Indonesia) – Museum Dr Soetomo, Surabaya, Senin (29/10), untuk menyongsong peringatan Hari Pahlawan.

Dengan tema “Sang Penyebar Semangat” , kegiatan ini dimeriahkan dengan atraksi teatrikal para pelajar yang menyuguhkan heroik para pahlawan di massa perjuangan fisik melawan penjajah. Khususnya pejuang suroboyo, Cak Durasim dan Dr Soetomo, yang menggugah semangat para pemuda dahulu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi seorang guru bagi para pelajarWali Kota Risma meminta kepada para pelajar agar meniru perjuangan para pahlawan. Menurutnya, dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajah. Namun sekarang, berjuang bagi para pelajar diartikan dengan belajar tekun dan tidak mudah menyerah.

Seperti dipesankan Wali Kota pada peringatan Sumpah Pemuda di Taman Surya, sehari sebelumnya (28/10), bahwa pemuda harus peka dan cerdas menggunakan teknologi informasi. Pasalnya, teknologi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi untuk meningkatkan pengetahuan dan pengembangan sumber daya. Namun, di sisi lain membawa dampak negatif melalui infomasi yang destruktif hoax, hate speech, pornografi dan narkoba. “Pemuda harus bisa memfilter dan bersikap cerdas menyikapi berbagai macam bentuk perkembangan teknologi informasi,” ucapnya.

Menurutnya, para pelajar harus mengetahui sejarah perjuangan pahlawan Surabaya. Agar mereka tidak mudah terpecah belah, dan terpengaruh budaya asing. “Karena, kalian nanti yang akan meneruskan perjuangan Dr. Soetomo, HOS Cokroaminoto dan meneruskan perjuangan para pejuang-pejuang terdahulu,” ujarnya.

Ke depan, para pelajar tidak hanya bersaing dengan anak-anak Indonesia. Namun, mereka ke depannya akan bersaing dengan para pelajar di seluruh dunia. Maka dari itu, ia ingin agar pelajar Surabaya tidak kenal kata menyerah. Dengan menyontoh perjuangan para pahlawan terdahulu. “Kalian adalah pelajar, tugas kalian adalah belajar. Kalian arek-arek Suroboyo pasti bisa menjadi nomor satu di Indonesia. Saya ingin kalian semua berhasil dan sukses,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan bangsa yang baik adalah bangsa yang mengetahui peninggalan sejarahnya. Oleh karena itu, Disbudpar Surabaya bersama Dinas Pendidikan, memilih museum Dr. Soetomo sebagai salah satu lokasi sekolah kebangsaan. “Yang paling baik belajar (sejarah) itu melalui museum. Kita memiliki museum-museum yang nilai historisnya sangat tinggi. Salah satunya yakni Museum Dr. Soetomo,” terangnya.

Apalagi, kata dia, momentum ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sehingga diharapkan para pelajar Surabaya lebih meresapi dan memahami nilai historis perjuangan bangsa. Salah satunya adalah perjuangan Dr. Soetomo. “Harapannya agar anak-anak lebih memahami, lebih mengetahui, goresan (sejarah) itu. Kita libatkan anak-anak di teatrikal juga, supaya anak-anak lebih meresapi kejadian (perjuangan) itu,” kata Antiek.

Antiek menambahkan, usai Wali Kota Risma meresmikan Museum Dr Soetomo pada 2017 lalu, kini semakin banyak masyarakat, khususnya kalangan pelajar yang berkunjung ke lokasi sejarah tersebut. Terlebih lagi, Disbudpar Surabaya telah memberikan fasilitas berupa QR code. Sehingga hal ini semakin memanjakan para pengunjung yang ingin mendapatkan informasi sejarah perjuangan Dr. Soetomo.

“Informasinya kita juga sudah milenial. Jadi kita lengkapi dengan QR code, mereka yang ingin mengerti sejarahnya agar lebih tahu. Dengan begini kan ada nilai tambahnya buat anak-anak,” pungkasnya. (yok)

Related posts