Tugas Negara Menerangi Kehidupan Rakyat Hingga Ke Daerah 3T

PRESS GATHERING – HKNews.info : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur dengan Rasio Elektrifikasi 90 % terus berkomitmen menerangi nusantara hingga ke daerah 3T yakni daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.

Program pemerintah membangun daerah 3T, karena pembangunan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di sana, menjadi semangat PLN untuk menjangkau pembangunan kelistrikan hingga ke daerah 3T, demi mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan untuk kehidupan yang lebih baik.

Di Jawa Timur ada 9 pulau dengan 22 desa di dalamnya yang masuk daerah 3T dan belum menikmati aliran listrik dari PLN. Mereka berada di wilayah Kabupaten Sumenep – Madura. Selama ini warga di sana berswadaya membeli genset dan menghimpun iuran untuk membeli solar, demi mendapatkan penerangan lampu listrik. Jadi, dari sebanyak 8.501 desa se Jawa Timur, tinggal 22 desa yang belum menikmati aliran listrik dari PLN. Inilah tugas PLN untuk melistriki desa – desa tertinggal.

Dikatakan Dwi Surya Abdullah, General Affair PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, sampai tahun 2019 mereka di 22 desa itu sudah harus dialiri listrik dari pemerintah. “Ini sudah menjadi tugas PLN,” ucapnya.

Persoalannya tinggal upaya pembebasan untuk mendirikan tower – tower. “Kami dari PLN Disjatim sedang berupaya bekerja sama dengan pihak desa setempat dan pemerintah kabupaten Sumenep untuk bisa mendapatkan tanah yang cukup dengan harga pasar,” jelasnya.

Lahan tersebut diantaranya untuk menempatkan mesin genset. Kenapa memakai genset ? Kenapa tidak pakai PLTU ? Karena memakai genset adalah solusi yang termudah dan cepat, hanya saja masih terkendali pembebasan tanah, yang nanti akan dimiliki oleh PLN agar PLN tidak terganggu oleh permasalahan yang bisa terjadi di kemudian hari terkait lahan untuk pendirian tower maupun pemasangan genset tersebut. Targetnya sampai akhir tahun 2018 ini pembelian tanah itu sudah harus tercapai semua, seperti di pulau Raas, dan sekitarnya.

Untuk meningkatkan layanan PLN di pulau – pulau di wilayah Sumenep, sejak 1 September 2018 PLN menambahkan 1 unit kantor layanan baru di Pulau Kangean, dengan harapan nanti ketika ada permasalahan listrik di sekitar Pulau Kangean penyelesainnya tidak harus ke Sumenep atau Pamekasan, tetapi langsung ditangani di unit layanan yang ada di Pulau Kangean.

Di jawa timur ada 11.300.000 pelanggan, 11.100.000 diantaranya adalah pelanggan rumah tangga. Kalau dilihat dari konsumsi energi yang untuk keperluan pelanggan rumah tangga itu hampir 55 % konsumsi energinya, sedangkan yang 40 – 45 % untuk pelanggan bisnis, pelanggan industri, dan pelanggan sosial (termasuk PJU).

Salah satu pelanggan bisnis PLN adalah, untuk mengoperasikan pompa – pompa air yang di sawah – sawah itu mereka masuk golongan pelanggan bisnis. Tarifnya masih Rp 1100,-/KWH, artinya pemerintah memberikan tarif tersebut karena untuk merangsang tumbuhnya ekonomi maupun industri di masing – masing daerah. (yok)

Related posts