Memaknai Kekayaan Lebih Holistik: Permata Bank Gelar Wealth Wisdom 2026 di Surabaya
SURABAYA – HKNews.info : Makna kekayaan di era modern kini tak lagi sebatas nilai aset material atau angka di dalam rekening bank. Lebih dari itu, kekayaan sejati mencakup bagaimana seseorang menemukan tujuan hidup, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mengambil keputusan finansial yang bijak untuk masa depan.
Perspektif holistik ini menjadi pusat pembahasan dalam ajang Wealth Wisdom 2026 yang diselenggarakan oleh Permata Bank di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, program edukasi ini mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes.”
Melalui gelaran ini, Permata Bank berkomitmen mendampingi para nasabah dalam membangun ketahanan (resilience) di tengah dinamika kehidupan dan ekonomi global. Tiga kelas edukatif dihadirkan dengan menghadirkan para pakar dari berbagai bidang, mulai dari media, kesehatan, hingga pasar modal.
1. Menemukan Purpose Hidup dari Pengalaman
Pada sesi bertajuk “Living with Purpose Through Changes”, wartawan senior dan tokoh media Indonesia, Andy F. Noya, mengajak para peserta untuk melakukan introspeksi mendalam melalui tiga pertanyaan reflektif:
“Mengapa aku ada di dunia? Untuk apa aku ada di dunia ini? Dan apa rencana Tuhan dalam hidupku?”
Menurut Andy, setiap tantangan, kegagalan, dan perubahan yang pernah dialami seseorang sebenarnya merupakan benang merah untuk menemukan tugas dan kontribusi nyata bagi sesama. Pengalaman sulit di masa lalu ia jadikan bahan bakar empati dalam mendirikan berbagai gerakan sosial, seperti Kick Andy Foundation dan BenihBaik.com.
2. Kesehatan sebagai Benteng Ketahanan Jiwa dan Raga
Sesi kedua, “Healthy Body, Resilient Mind”, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai fondasi utama produktivitas dan kesejahteraan. Kelas ini menghadirkan Professional Natural Bodybuilder, Ade Rai, serta Consultant & Interventional Cardiologist, Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).
Dr. Jajang mengingatkan bahwa penyakit kardiovaskular sering kali berkembang secara senyap akibat akumulasi gaya hidup yang kurang sehat.
“Serangan jantung memang bisa terjadi mendadak. Namun, proses pembentukannya tidak pernah mendadak. Itu adalah hasil penumpukan dari kebiasaan buruk yang jarang kita sadari seperti kurang tidur, stres, dan pola makan tak seimbang,” jelas Dr. Jajang.
Melengkapi pandangan medis tersebut, Ade Rai menekankan pentingnya membangun kesadaran (mindfulness) dalam pola makan dan aktivitas fisik harian. Menurutnya, olahraga tidak harus selalu berintensitas tinggi, tetapi yang terpenting adalah konsistensi dalam bergerak agar tubuh dapat memanfaatkan cadangan energi (lemak) dengan optimal.
3. Membaca Dinamika Pasar untuk Resiliensi Finansial
Aspek ketahanan finansial dibahas secara tuntas pada kelas ketiga, “Reading the Market, Building the Future”, bersama Financial Educator Gema Goeyardi dan Director PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi.
Gema mengimbau para investor agar tidak panik saat berhadapan dengan gejolak pasar (market koreksi/red market) maupun sekadar ikut-ikutan tren (FOMO).
“Pasar yang sedang merah bukan berarti semuanya buruk. Yang terpenting adalah memahami apa yang sedang terjadi dan tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan,” ujar Gema.
Sementara itu, Eri Kusnadi menyoroti pentingnya perspektif jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta dinamika kebijakan moneter dan inflasi. Menurut Eri, pemahaman macro-economy yang luas membantu investor menavigasi risiko sekaligus menangkap peluang secara terukur.
Membangun Resiliensi Masa Depan
Rangkaian acara Wealth Wisdom 2026 Surabaya memberikan pesan kuat bahwa membangun kekayaan adalah proses yang berkelanjutan. Kekayaan yang kokoh mensyaratkan keseimbangan antara arah tujuan hidup yang jelas, raga yang sehat, serta strategi keuangan yang berpandangan jauh ke depan.
Melalui inisiatif ini, Permata Bank menegaskan perannya bukan sekadar sebagai penyedia layanan perbankan, melainkan mitra strategis nasabah dalam mengarungi berbagai fase perubahan hidup dan mempersiapkan fondasi yang kuat bagi generasi penerus. (yok)
Foto Cover : Gema Goeyardi, Financial Educator (kiri) dan Eri Kusnadi, Director PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (kanan) pada Sesi “Reading the Market, Building the Future” di Acara Permata Bank Wealth Wisdom 2026 Surabaya.



