Komisi D DPRD Surabaya Soroti Radikalisme Pelajar dan Keterlambatan TPG Guru Agama

SURABAYA – HKNews.info : Komisi D DPRD Kota Surabaya menyoroti dua isu krusial usai menggelar hearing bersama Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Selasa kemarin. Dua hal yang jadi perhatian utama adalah potensi paparan radikalisme di kalangan pelajar dan keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) guru agama.
Anggota Komisi D, Imam Syafi’i, menyebut pihaknya mendapat informasi dari Densus 88 melalui Kemenag Surabaya terkait adanya sejumlah remaja yang terpapar paham radikal. Salah satunya adalah siswa SMP Negeri di Surabaya.
“Anak ini sudah terpapar dan saat dimintai keterangan mengaku ingin melukai teman sekolahnya karena mengalami bullying. Saat ini ia sedang menjalani proses deradikalisasi dan ditempatkan di pesantren,” kata Cak Imam, sapaan Imam Syafi’i, politisi NasDem Kota Surabaya.
Menurutnya, penyebaran paham ekstremis kini bergeser ke ruang digital. Anak-anak muda dinilai rentan terpapar lewat media sosial hingga gim daring seperti Roblox.
Karena itu Komisi D mendorong Pemkot Surabaya dan OPD terkait memperketat pengawasan dan penguatan literasi digital di sekolah. “Ini menyangkut masa depan generasi muda kita. Jangan sampai ruang digital justru jadi celah masuknya ideologi berbahaya,” tegasnya.
Di sisi lain, Komisi D juga menyayangkan keterlambatan pencairan TPG guru agama yang sudah berjalan 4 bulan. Cak Imam menyebut ada kendala administrasi dan anggaran di lingkungan Kemenag yang jadi penyebabnya.
Ia menilai situasi ini ironis. Di tengah meningkatnya ancaman radikalisme, justru guru agama yang berperan membentengi siswa dari paham menyimpang mengalami keterlambatan hak.
“Kalau tunjangan telat cair, dikhawatirkan semangat guru untuk menguatkan nilai moral, spiritual, dan kebangsaan ke siswa ikut turun,” ujarnya.
Cak Imam berharap instansi terkait segera menuntaskan pencairan TPG setiap bulan tanpa penundaan panjang.
“Kami minta ini segera diselesaikan. Guru agama punya peran strategis, apalagi di saat ideologi ekstrem mulai mengincar anak-anak kita,” pungkasnya. (yok)



