BudayaHalo SurabayaPolitik

Napak Tilas Hari Jadi Surabaya : Dari Kemenangan Raden Wijaya Melawan Tentara Tartar hingga Lahirnya Wawasan Nusantara

SURABAYA – HKNews.info : Setiap tanggal 31 Mei, Kota Surabaya memperingati hari jadinya dengan meriah. Namun, di balik riuhnya perayaan, terdapat rekam jejak sejarah panjang yang heroik. Penetapan tanggal ini didasarkan pada momentum kemenangan gemilang pasukan Raden Wijaya dalam mengusir bala tentara Kekaisaran Mongolia (Tartar) di kawasan Ujung Galuh pada tahun 1293 masehi.

Sejarah ini terungkap dalam prosesi upacara memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, H. Syafuddin Zuhri, S.Sos.

“Peristiwa tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan simbol awal mula ketangguhan watak arek-arek Surabaya yang pantang menyerah melawan cengkeraman kolonialisme.,” tutur H. Syafuddin, dalam pidatonya mengawali rangkaian sejarah Hari Jadi Kota Surabaya.

4 Opsi Tanggal Sejarah yang Sempat Dikaji

Sebelum tanggal 31 Mei 1293 disahkan, Tim Peneliti Sejarah bentukan Pemerintah Kota sempat merumuskan empat peristiwa besar yang menjadi kandidat kuat hari lahir Kota Surabaya:

  1. 31 Mei 1293: Momen kemenangan pasukan Raden Wijaya mengusir bala tentara Tartar (Mongolia) dari wilayah Ujung Galuh.
  2. 11 September 1294: Momen penganugerahan piagam penghargaan kepada kepala desa dan rakyat Madander atas jasa mereka menyelamatkan Raden Wijaya saat berperang melawan tentara Tartar.
  3. 7 Juli 1358: Tanggal yang tertera pada Prasasti Trowulan, yang untuk pertama kalinya menyebut nama “Surabhaya” sebagai salah satu pelabuhan sungai atau tempat penambangan kapal.
  4. 3 November 1488: Tanggal pada Prasasti Jiyu yang menandai awal mula berlakunya roda pemerintahan Adipati Surabaya.

Alasan Kuat di Balik Pemilihan 31 Mei 1293

Usulan dokumen sejarah tersebut kemudian disampaikan oleh Wali Kota Surabaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamadya Surabaya. Pemerintah kota mengajukan permohonan resmi agar tanggal 31 Mei 1293 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Surabaya karena dua alasan filosofis yang kuat:

  • Kebanggaan Rakyat: Kemenangan Raden Wijaya atas tentara kolonial di bawah perintah Kublai Khan dari Mongolia merupakan bukti kejayaan strategi dan keberanian rakyat di wilayah Surabaya sejak zaman kuno.
  • Benang Merah Historis dengan 10 November 1945: Jika peristiwa pengusiran tentara Mongolia tahun 1293 dikaitkan dengan Pertempuran 10 November 1945 melawan Sekutu, hal ini membuktikan bahwa sejak dahulu kala, bangsa Indonesia memiliki tekad baja untuk menentang penjajahan demi menjaga harkat dan martabat bangsa.

Legalitas Hukum dan Lahirnya Wawasan Nusantara

Merespons usulan tersebut, DPRD Kotamadya Surabaya mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 02-DPRD-F-75 pada 6 Maret 1975 yang menyetujui usul Wali Kota. Langkah ini kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan Wali Kota Madya Surabaya Nomor 64/BK tanggal 16 Maret 1975 yang secara resmi menetapkan 31 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.

Dokumen Legalitas Tanggal Pengesahan Peruntukan
SK DPRD Nomor 02-DPRD-F-75 6 Maret 1975 Persetujuan usulan sejarah Hari Jadi Surabaya
SK Wali Kota Nomor 64/BK 16 Maret 1975 Penetapan resmi 31 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Surabaya

Catatan Sejarah: Penetapan kemenangan di Ujung Galuh ini terasa kian mendalam karena Raden Wijaya kelak menjadi pendiri Kerajaan Majapahit. Beliau merupakan menantu dari Raja Kertanegara (Raja Singasari) yang memiliki cita-cita besar menyatukan seluruh Nusantara. Gagasan persatuan tersebut kini kita kenal sebagai Wawasan Nusantara, yang menjadi modal dasar pembangunan bangsa Indonesia hingga hari ini. (yok)

Related Articles

Back to top button