Halo SurabayaPolitik

Bangun Kolaborasi Dengan Media,  PSI Surabaya Jamu Kelompok Jurnalis Dewan Surabaya.

SURABAYA – HKNews.info : Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya bersama pengurus DPD PSI Surabaya menggelar pertemuan hangat dengan kelompok kerja (Pokja) Jurnalis Dewan Surabaya yang akrab disapa “Judes” (Jurnalis Dewan Surabaya). Pertemuan ini dilangsungkan di ruang rapat Fraksi PSI Surabaya, Selasa (7/4/2026), sebagai upaya mempererat kolaborasi antara partai dan awak media.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPD PSI Kota Surabaya, Grace Evi Rikawati, yang lebih akrab disapa Mama Evi, beserta 5 anggota dewan dari Fraksi PSI, masing – masing Pdt. Rio Dh . I. Pattiselano, S.Kom, William Wirakusum, ST., M.Sc, Yuga Pratisabda Widyawasta, ST, Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes, dan Ketua Fraksi PSI Josiah Michael. Berikut segenap wartawan berbagai media dari Pokja Judes yang dikomandani Wakil Ketua Judes, Eko.

Dalam suasana santai, Mama Evi menegaskan bahwa kehadirannya di kancah politik Surabaya bukan sekadar mencari jabatan, melainkan membawa semangat keibuan untuk mengayomi masyarakat.

“Saya menemukan keluarga baru lagi yang luar biasa, Pokja Judes. Walaupun namanya ‘Judes’, tapi hati kalian luar biasa. Di PSI, saya ingin menjadi ibu segala urusan yang memastikan masyarakat sejahtera,” ujar Mama Evi di hadapan para jurnalis.

Terkait fungsi kontrol pers, Mama Evi menyatakan keterbukaannya terhadap kritik. Ia mempersilakan para jurnalis untuk tetap kritis terhadap kinerja anggota dewan dari PSI, selama kritik tersebut bersifat objektif dan bertujuan untuk kebaikan masyarakat, bukan sekadar menggiring opini negatif.

“Boleh tidak mengkritisi dewan? Boleh, selama itu benar. Kita ini satu keluarga besar, fokus kita sama: bagaimana masyarakat sejahtera. Kalau ada yang mau ditanyakan, 24 jam hidup saya terbuka untuk menjawab dengan jujur apa adanya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mama Evi juga menceritakan komitmen totalnya untuk partai, mulai dari penyediaan ambulans hingga penggunaan aset pribadi untuk kantor operasional partai demi menghemat anggaran. Menurutnya, politik adalah jalan untuk mencari keberkahan, bukan sekadar mencari materi.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan media mengenai independensi dewan dalam mengawal kebijakan pemerintah kota, Ketua Fraksi PSI Josiah Michael, menyatakan tidak akan berkompromi jika menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Lanjutkan (kritik), sepanjang itu untuk kepentingan rakyat dan masyarakat. Kita tidak main figur. Kalau memang kebijakan itu tidak baik, ya kita akan katakan tidak baik,” tegasnya.

Pihak fraksi juga memastikan bahwa track record atau rekam jejak PSI dalam mengawal anggaran dan kebijakan publik di Surabaya tidak akan berubah. Kedekatan yang dibangun dengan berbagai pihak, termasuk media, tidak akan melunakkan fungsi pengawasan yang melekat pada anggota legislatif.

“Tidak akan ada perubahan pada track record fraksi. Kami konsisten,” tambahnya.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah peran PSI sebagai wadah pengaduan masyarakat. Di tengah kekhawatiran warga yang seringkali merasa takut atau sungkan berhadapan langsung dengan aparat pemerintahan, PSI Surabaya menawarkan diri sebagai ‘jembatan’.

“Kemana masyarakat akan mengadu ketika mereka ingin bersuara tapi takut berhadapan dengan aparat yang ada? Di situlah peran kami. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan memiliki saluran yang jujur untuk menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian kaos sebagai simbol persaudaraan antara PSI Surabaya dan rekan-rekan media yang bertugas di lingkungan DPRD Kota Surabaya. (yok)

Related Articles

Back to top button