Halo SurabayaPolitik

Komisi C DPRD Surabaya Tekankan Pentingnya Trace Rumah Pompa Bagi Solusi Banjir di 5 Kelurahan

SURABAYA – HKNews.info : Sempat tertunda akibat beda kajian teknis mengenai jalur pipa (trace), pembangunan Rumah Pompa Nginden akhirnya mencapai kesepakatan. Pemerintah Kota (Pemkot) bersama pihak Gereja Betani telah menyetujui jalur pembangunan yang akan melintasi sebagian lahan aset Izin Pemakaian Tanah (IPT) yang selama ini digunakan oleh pihak gereja.

Pembangunan ini menjadi krusial karena diproyeksikan mampu mengatasi masalah banjir menahun di lima wilayah sekaligus, yakni Kelurahan Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, hingga sebagian Klampis Ngasem.

Hal ini tertuang dalam Rapat Koordinasi Komisi C DPRD Surabaya, hari Kamis (29/1/2026), dengan bahasan “Permasalahan pengendalian banjir di wilayah Semolowru, Medokan Semampir dan Nginden Jangkungan”.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, M. Eri Irawan, S.E., M.Kp, dihadiri segenap anggota Komisi C, dan para undangan diantaranya dari unsur Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Bagian Hukum dan Kerjasama, Camat Sukolilo, Lurah Semolowaru, Lurah Nginden Jangkungan, Lurah Medokan Semampir, Pimpinan Gereja GSKI Jemaat Bethani Nginden, dan beberapa ketua RW / RT.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya menjelaskan bahwa koordinasi ini bukan sekadar urusan teknis lahan, melainkan demi kepentingan publik yang lebih luas. “Rumah pompa ini bukan untuk kepentingan Gereja Betani semata, tapi pengendalian banjir di lima kelurahan. Aliran air dari saluran eksisting akan ditarik lebih cepat menuju Kalijagir,” ujarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemkot berkomitmen melakukan pemulihan penuh (reinstatemen) terhadap infrastruktur gereja yang terdampak. Berikut adalah beberapa poin kesepakatan utama:

  1. Pengembalian Fungsi Lahan: Setelah pemasangan saluran box culvert menuju rumah pompa selesai, kondisi permukaan (seperti paving atau aspal) harus dikembalikan rapi seperti semula.
  2. Relokasi Parkir: Area parkir motor Gereja Betani yang terkena jalur pembangunan akan dibangunkan kembali oleh Pemkot di sisi utara lahan tersebut.
  3. Target Pengerjaan: Jika tidak ada kendala, konstruksi fisik dijadwalkan mulai efektif pada 26 April 2026.

Pembangunan Rumah Pompa Nginden ini diharapkan menjadi jawaban atas seringnya genangan tinggi di kawasan tersebut yang selama ini mengandalkan bantuan pompa mobile dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Terungkap pula dalam rapat, beberapa pokok bahasan terkait pengendalian banjir di wilayah tersebut, antara lain :

  • Identifikasi Masalah Saluran: Terdapat saluran air kecil yang bersifat sementara di area tersebut. Kondisinya sangat rendah sehingga menjadi titik utama penyebab genangan air (terutama dari RW 8 ke RW 6) yang tidak kunjung surut saat curah hujan tinggi.
  • Pihak pengembang seharusnya memiliki kewajiban untuk membangun saluran permanen yang lebih masuk ke area mereka setelah proyek selesai. Namun, hingga kini status pembangunan saluran tersebut belum dipastikan.
  • Titik Kerusakan & Dampak: Genangan sering terjadi di jalur sibuk yang mengakibatkan jalan cepat rusak dan seringnya pengerahan mobil damkar untuk membantu penyedotan air.

Mengingat banyaknya pengajuan perbaikan saluran di perkampungan yang belum terealisasi, diperlukan solusi sementara yang lebih mumpuni selain sekadar penyedotan air. (yok)

Related Articles

Back to top button