3 Inovasi Pelayanan Publik Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Top 99 MENPANRB

SURABAYA – HKNews.info : Gempita prosesi pemberian Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 oleh MenpanRB Syafruddin, kian riuh menggema ketika pembawa acara dari Humas KemenpanRB mengumandangkan Pemerintah Kota Surabaya, mendapatkan penghargaan untuk 3 Inovasi Pelayanan Publik kategori Kota.

Dan keriuhan ditingkah tempik sorak hadirin serta undangan seolah kompak mengiringi perjalanan Wali Kota Surabaya, Dr (HC) Ir Tri Rismaharini, MT menuju panggung kehormatan hingga berhadapan dengan MenpanRB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi), Syafruddin, untuk menerima 3 buah penghargaan sekaligus.

Keriuhan suasana itu lebih karena publik dari kalangan pejabat pemerintahan Kota, Kabupaten, maupun Propinsi, yang semalam – Rabu (19/9) – terhimpun di Ball Room Shangrilla Hotel Surabaya, tempat perhelatan akbar ini berlangsung, rata – rata telah mafhum bila Surabaya menjadi langganan penerimaan penghargaan.

Sampai turun panggung, Wali Kota Tri Rismaharini diburu segenap wartawan untuk dikonfirmasi. “Ya jadi (penghargaan) yang pertama itu Lampid yaitu (pengurusan akta) lahir, mati, pindah, datang, nikah, dan cerai, yang kita namakan 6 in 1 (six in one), semuanya bisa diakses dengan mudah oleh warga kota. Yang kedua, Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Dan yang ketiga, Tahu Panas (Tak Takut Kehujanan, Tak Takut Kepanasan). Inilah program yang kita buat untuk perbaikan rumah bagi warga tidak mampu. Untuk tahun ini kita ada lebih dari 1000 lokasi,” tutur Wali Kota Risma, kepada wartawan.

Masih kata Wali Kota Risma, untuk Pahlawan Ekonomi kini pesertanya semakin banyak, ya alhamdulillah. Tujuannya kan untuk kesejahteraan masyarakat.

Yang lebih pesat jumlah pesertanya sekaligus lebih berinovasi, adalah Pejuang Muda. Banyak anak muda warga kota yang bergabung ke program Pejuang Muda.

Dasarnya, tutur Wali Kota Risma, adalah bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan lebih baik. Bukan hanya sekedar untuk kita dapat penghargaan lalu selesai. Yang kita bangun itu sustainability nya, yakni peningkatkan pelayanannya, itu yang paling penting.

Seperti dikatakan MenpanRB Syafruddin, dalam sambutannya sebelum membagikan penghargaan. Bahwa pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional diangkat dan dijadikan program nasional. Selain itu, pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) di daerah  harus diteruskan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di tanah air.

“Inovasi – inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional, agar segera menjadi program nasional,” ujarnya.

Saat ini, kata Menpan, sudah banyak inovasi dari pemerintah pusat maupun daerah yang mendapat penghargaan internasional.  Hal itu sejalan dengan kebijakan Kementerian PANRB yang terus berupaya mendorong terciptanya terobosan untuk meningkatkan pelayanan publik. Kebijakan itu antara lain dengan membentuk Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) dan pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Dari Top 99 Inovasi 2018, banyak juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berusaha, sejalan dengan upaya mempercepat pembangunan nasional. (yok)

 

Related posts