Dwi Suryo : BUMN (PLN) Masuk Kampus, Berharap Inovasi Briliyan Dari Mahasiswa

SURABAYA – HKNews.info : Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo, dihadapan segenap mahasiswa Fakultas Tekhnik Elektro di Kampus ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya), Kamis (9/8), mengatakan bahwa program BUMN hadir di kampus merupakan bentuk kepedulian PLN kepada kampus, agar mahasiswa lebih mengenal kondisi bisnis PLN dan perkembangannya saat ini.

“PLN memberikan kesempatan kepada kampus untuk ikut melakukan penelitian sehingga mahasiswa bisa berinovasi demi kemajuan perusahaan di masa depan,” tutur Dwi Suryo.

Pemberian kesempatan bagi mahasiswa, seperti yang dimaksud Dwi Suryo, berupa program magang selama satu semester dengan diberikan dana yang cukup untuk uang saku. “Hasil penelitian dari mahasiswa itu nantinya akan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan PLN,” kata Dwi Suryo, menambahkan.

Dalam acara penyampaian Program Magang Bersertifikat bagi para mahasiswa Fakultas Tekhnik Elektro di ITS Surabaya, ini pula Direktur Regional Sulawesi, Syamsul Huda, memaparkan kondisi dan proses bisnis PLN saat ini, bahwa dengan pertumbuhan kapasitas yang mencapai 7000 MW/tahun harus melayani pelanggan yang berjumlah sebanyak 65.300.300 pelanggan.

Sebagai alumni ITS Fakultas Teknik Elektro E27 angkatan 1987 masuk ITS dan lulus tahun 1993, Syamsul Huda mengungkapkan kepada para mahasiswa, bahwa dalam pengelolaan bisnis PLN dihadapkan pada konsumsi BBM yang harus dikendalikan untuk tidak bertambah setiap tahunnya, bahkan sedapat mungkin perlu menurunkan pemakaian BBM setiap tahun kedepannya .

Untuk memenuhi tuntutan tersebut PLN harus memanfaatkan energi lain selain bbm, bahkan dituntun untuk meningkatkan pemakaian energi baru dan terbarukan (EBT), sementara peningkatan kebutuhan listrik setiap tahunnnya mencapai 7.000 MW.

Syamsul Huda juga menjelaskan Kondisi kelistrikan Nasional saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi artinya tidak ada satu kota pun di Indonesia ini yang kekurangan energi listrik.

Dalam memenuhi kebutuhan listrik di 5 tahun kedepan PLN mempunyai program 35.000 MW, yang dipenuhi mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan tegangan tinggi hingga pembangunan tegangan menengah dan rendah agar kebutuhan listrik di Indonesia untuk mendorong ekonomi nasional dapat terpenuhi baik jangka menengah maupun jangka panjang dengan mempertimbangkan pemakaian energi primer yang relevan dan murah. Untuk pembangunan pembangkit dapat dipenuhi dari PLN ataupun IPP.

Dihadapan mahasiswa Teknik Elektro Syamsul Huda juga mengajak mahasiswa untuk melakukan penelitin dan berinovasi memanfaatkan teknologi baterai atau solar cell untuk mengantikan kapal motor sebagai alat transportasi sungai/selat yang saat ini masih menggunakan motor bakar (bensin/solar) agar dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

“Masih banyak inovasi-inovasi yang perlu diriset oleh mahasiswa untuk dapat memajukan PLN sebagai perusahaan penyediaan energi listrik, guna kehidupan yang lebih baik,” tutur Syamsul Huda. (yok)

Related posts