Melalui HPSN 2018, Jadikan Surabaya Pelopor Peduli Lingkungan

Surabaya – HKNews.info : Aksi bersih-bersih sampah di pantai sekitaran kaki Jembatan Suramadu dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, yang jatuh di setiap tanggal 21 Pebruari, kembali mengingatkan warga Kota Surabaya akan pentingnya kebersihan lingkungan bagi kehidupan manusia.

Momentum ini pun dimanfaatkan Pemerintah Kota Surabaya untuk mencanangkan program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS), dengan tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah”.

Dikomandani langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, acara bersih – bersih sampah ini dimulai pukul 06.00 Wib. Tampak mengenakan kaus lengan panjang warna merah, pakai sarung tangan hijau, serta sepatu boot warna pink, Walikota Risma langsung membagikan sendiri sebagian karung – karung bakal tampungan sampah kepada para pelajar SD dan SMP di sekitarnya. “Ayo ini karungnya, terus langsung diambil sampah – sampahnya ya…!” komando Walikota.

Ribuan pelajar bersama segenap stakeholder serentak mengikuti Walikota Risma memunguti sampah demi sampai di sekitaran kaki Jembatan Suramadu, itu. Sesekali Walikota Risma mengarahkan petugas operator alat berat milik PU Bina Marga untuk mengerukkan plester yang terletak di bawah kaki Jembatan Suramadu. “Sebelah sini tolong diratakan lagi,” perintahnya.

Menurut Wali Kota Risma, aksi kerja bakti ini dilakukan sebagai wujud pengurangan sampah dengan melaksanakan beberapa program pengurangan sampah mulai dari rumah tangga/kampung, hotel, kampus, sekolah, pasar dengan gerakan mengelola sampah mandiri 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Cara ini, lanjut wali kota, diaplikasikan dalam kegiatan Green and Clean, Merdeka dari Sampah, Bersih Bantaran Sungai, Eco School, Adiwiyata, Eco Campus, Eco Pesantren yang melibatkan warga, dunia pendidikan, serta pemberdayaan Kader lingkungan dan Fasilitator Lingkungan.

“Saat ini jumlah Kader Lingkungan telah mencapai 29.700 orang dan 540 orang fasilitator lingkungan yang berpartisipasi mendorong serta memotivasi warga dalam menata kampungnya agar tetap bersih dan sehat,” kata Wali Kota.

Disampaikan Wali Kota Risma, langkah  efektif dalam mengurangi volume sampah yang terangkut ke TPA dilaksanakan dengan cara pemilahan melalui bank sampah dan rumah kompos. Saat ini, kata Risma, Surabaya memiliki  371 bank sampah yang tersebar di perkampungan yang dikelola oleh warga serta 26 rumah kompos tersebar di hampir seluruh kecamatan, sehingga sampah tidak lagi menjadi barang yang tidak berguna, melainkan justru bernilai ekonomis.

“Pemkot telah melakukan pengurangan sampah dengan menerapkan teknologi pengolahan sampah baik skala kecil sampai skala kota, seperti pembangunan TPS 3R/Superdepo Sutorejo kapasitas 20 ton per hari, Compost Center Wonorejo kapasitas 20 ton per hari serta Pusat Daur Ulang Jambangan kapasitas 20 ton per hari,” urainya, seraya berharap HPSN bisa menjadi tonggak perubahan demi mewujudkan Indonesia bersih dari sampah, diawali dari Kota Surabaya sebagai pelopor peduli lingkungan.

Ketua Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengatakan, total jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 12.430 orang. Rata-rata didominasi oleh pelajar SD dan SMP se-surabaya. “Jumlah pelajar SD dan SMP sebanyak 10.051 orang, sisanya dari OPD dan BUMN” kata Zahroni. Sedangkan untuk total sampah yang terkumpul, Roni mengatakan, setidaknya butuh 9 truk untuk mengangkut sampah hasil pengaisan kali ini. (yok)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *