Pertemuan Koordinasi TKP Dan PLP-TKP Disbun Jatim

imagesMembuka lembaran baru di tahun 2015 ini, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur mengadakan pertemuan koordinasi TKP dan PLP-TKP di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Pertemuan koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas perkebunan Provinsi Jawa Timur Ir. Moch. Samsul Arifien, MMA dan didampingi oleh Sekretaris Dinas Drs. Djumadi, MM serta Kepala Bidang Uasaha Tani Ir. Karyadi, MM.

Sejak pagi seluruh anggota TKP dan PLP-TKP telah hadir mengikuti acara pertemuan yang telah menjadi agenda bulanan, ini menandakan semangat yang tinggi dan diharapkan semangat ini terus meningkat hingga hasil yang dicapai di tahun 2015 akan lebih baik dibanding tahun lalu.

Kadisbun memberikan apresiasi kepada anggota TKP dan PLP-TKP yang telah mendapatkan predikat “Hijau dan Kuning” serta berharap agar mereka terus meningkatkan prestasinya. Untuk diketahui, sebagai salah satu bentuk ealuasi kinerja bagi TKP dan PLP-TKP Disbun Prov. Jatim menggolongkan kinerja mereka menjadi empat predikat dari yang terbaik sampai yang terburuk yaitu : Hijau, Kuning, Merah dan Hitam. Seluruh anggota TKP mendapat predikat hijau dan kuning, sedangkan PLP-TKP hanya 4 orang yang mendapat predikat “merah” dan keempat anggota tersebut dipanggil ke depan untuk memotivasi mereka untuk segera bangkit memperbaiki kinerjanya.

Dalam kesempatan itu, Kadisbun menyampaikan hasil produksi tebu di tahun 2014. “Data sementara produksi tebu mencapai 1.260.000 ton, naik 16.000 ton dibanding tahun 2013. Kondisi sekarang, semua PG sudah tutup giling dan saya harapkan para TKP dan PLP-TKP mengetahui dengan benar data tentang produksi, produktivitas tebu dan gula serta rendemen di wilayah masing-masing,” tuturnya. “Yang perlu diketahui juga adalah stok gula di masing-masing wilayah, mengingat adanya penumpukan stok gula Jawa Timur yang terjadi beberapa waktu lalu dan membuat industri gula Jatim menjadi terganggu,” tambah Kadisbun.

Sebagai evaluasi langsung terhadap kinerja TKP dan PLP-TKP, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Moch. Samsul Arifien, MMA berkenan melakukan testimoni kepada para anggota TKP dan PLP-TKP untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai tugas-tugasnya di lapangan. Berbagi hal pun mencuat menjadi pokok pembahasan.

Pertama, mengenai luasan areal tebu di wilayah masing-masing, khususnya areal tebu peserta kegiatan tahun 2014. Seperti telah diketahui bahwa pengukuran areal luasan tebu secara riil dilapangan akan digunakan sebagai data dalam pelaksanaan program/kegiatan baik itu Bongkar Ratoon, Rawat Ratoon maupun Perluasan dan salah satu tugas bagi TKP dan PLP-TKP adalah membantu dalam pelaksanaan pengukuran yang dilakukan secara akurat menggunakan GPS. Setelah kegiatan berjalan, petugas TKP maupun PLP-TKP harus proaktif melakukan cek pada saat bibit diterima, apakah sesuai dengan jumlah luasan lahan yang sudah diukur tersebut dan untuk mendukung kegiatan pengukuran ini, maka pada tahun 2015 ini semua petugas TKP dan PLP-TKP akan dilengkapi dengan alat GPS demi kelancaran dan keakuratan data.

Kedua, adalah mengenai pendampingan petugas TKP dan PLP-TKP pada saat dana telah dapat dicairkan. Dalam hal ini, Kadisbun menegaskan bahwa pencairan dana harus oleh triple account yang terdiri dari Ketua KPTR, Ketua Tim Teknis Kabupaten dan perwakilan dari PG. “Pencairan ini tidak sekaligus, melainkan bertahap sesuai kebutuhan lapangan, misal untuk kebutuhan pengolahan lahan akan dicairkan secukupnya untuk pengolahan lahan. Selanjutnya, untuk beli pupuk, maka dana dicairkan lagi secukupnya untuk beli pupuk. Jadi pencairan dana tersebut bertahap sesuai kegiatan apa yang sedang berlangsung saat itu,” tegasnya.

Peran petugas TKP dan PLP-TKP menjadi penting, karena di sinilah tahapan-tahapan tersebut harus terdokumentasikan dan terlaporkan dengan baik. Dana yang telah dicairkan untuk kegiatan harus benar-benar dapat ditelusuri bukti-bukti pencairan dan pembelanjaannya agar dibukukan dan pelaksanaan program ini dapat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Petugas TKP dan PLP-TKP melakukan pendampingan dalam pembukuan dan penyusunan laporan kegiatan tersebut.Selain melakukan pendampingan pelaporan tersebut, petugas TKP dan PLP-TKP seharusnya juga melakukan pengecekan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan, misalnya mengenai pembelian pupuk. Pupuk yang digunakan harus khusus untuk tanaman tebu dan telah direkomendasikan oleh P3GI dengan sertifikasinya.

Di ujung acara, Kadisbun kembali mengingatkan semua anggota TKP dan PLP-TKP agar mempersiapkan diri dengan baik, sebelum menghadiri pertemuan koordinasi di Disbun Jatim. Persiapan ini meliputi cross check data-data yang didapat dari daerah masing-masing, sehingga nanti di provinsi laporan data-data dari TKP dan PLP-TKP dapat dipergunakan untuk evaluasi kinerja. Kadisbun berharap ujung tombak di lapangan yaitu TKP dan PLP-TKP benar-benar berfungsi membantu pelaksanaan program-program Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. (Her)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *